TV & Movies

Review Film Magic Faraway Tree, Petualangan Fantasi yang Hangat tapi Kurang Menggigit

Published

on

www.gwigwi.com – Cerita mengikuti keluarga Thompson (Andrew Garfield) yang pindah ke pedesaan terpencil dan lepas dari kehidupan keluarganya yang sudah kepalang ketergantungan dengan gawai.

Di sana, ketiga anak mereka Polly (Claire Foy), Joe (Phoenix Laroce), dan Fran (Billie Gadson) menemukan sebuah pohon raksasa yang dihuni oleh makhluk-makhluk ajaib.

Di puncak pohon tersebut terdapat “awan” yang berganti setiap beberapa waktu, membawa mereka ke negeri-negeri ajaib seperti Land of Topsy-Turvy atau Land of Take-What-You-Want.

Namun, inti dari film ini bukan hanya soal keajaiban, melainkan tentang bagaimana anak-anak ini belajar menghadapi ketakutan dan bekerja sama dengan penghuni pohon seperti Moon-Face (Noonso Anozie), Silky the Pixie (Nicola Couglan), dan si lucu Saucepan Man (Dustin Demri-Burns).

Review Film Magic Faraway Tree, Petualangan Fantasi Yang Hangat Tapi Kurang Menggigit

Dikisahkan juga mereka menghadapi berbagai tantangan yang menguji keberanian dan persahabatan mereka.

Sejak menit awal, film ini langsung membawa kita ke dunia hutan magis yang ikonik.

Pohon raksasa yang menjadi pusat cerita terasa hidup, lengkap dengan cabang-cabang yang menyimpan dunia berbeda di setiap lapisannya.

Adaptasi dari novel klasik karya Enid Blyton akhirnya hadir di layar lebar. Film ini mencoba menghidupkan kembali dunia penuh keajaiban yang dulu jadi imajinasi banyak pembaca tapi apakah berhasil memenuhi ekspektasi modern?

Visualnya jadi salah satu kekuatan utama. Dunia seperti “Land of Take-What-You-Want” atau “Land of Goodies” digambarkan dengan warna cerah dan desain produksi yang kaya detail.

Review Film Magic Faraway Tree, Petualangan Fantasi Yang Hangat Tapi Kurang Menggigit

Buat penonton yang familiar dengan bukunya, ini jelas jadi pengalaman nostalgia yang menyenangkan.

Namun untuk penonton baru, dunia ini kadang terasa terlalu “ringan” dan kurang memiliki stakes yang kuat.

Kalau ada satu hal yang hampir tidak bisa dibantah, itu adalah kekuatan visual film ini.

Desain produksi film ini berhasil menghidupkan dunia fantasi dengan sangat detail. Setiap “land” yang muncul terasa punya identitas sendiri baik dari segi warna, tekstur, hingga atmosfer.

Pohon raksasa sebagai pusat cerita juga digambarkan megah dan magis, menjadi simbol petualangan yang terus berkembang.

Secara teknis, film ini berhasil memenuhi ekspektasi sebagai tontonan layar lebar yang imajinatif.

Review Film Magic Faraway Tree, Petualangan Fantasi Yang Hangat Tapi Kurang Menggigit

Penampilan para aktor cilik terasa sangat natural. Mereka tidak berakting seperti “pahlawan super”, melainkan seperti anak-anak sungguhan yang terkadang takut, egois, namun penuh rasa ingin tahu.

Kehadiran aktor veteran seperti Andrew Garfield dan Rebecca Ferguson sebagai pengisi suara atau pemeran pendukung memberikan bobot emosional yang pas bagi penonton dewasa.

Sebagai sebuah film, Magic Faraway Tree jelas mengambil pendekatan yang ringan dan mudah diakses.

Humor yang digunakan cenderung sederhana, dengan beberapa elemen slapstick yang ditujukan untuk anak-anak.

Namun di sisi lain, pendekatan ini membuat film terasa terlalu “aman”.

Konflik yang dihadirkan kurang memiliki urgensi, dan resolusinya sering kali terasa cepat dan tidak terlalu impactful.

Bagi penonton dewasa atau pecinta fantasi yang mengharapkan kedalaman ala film seperti Harry Potter atau Narnia, film ini mungkin terasa kurang menggigit.

Akhir kata, Magic Faraway Tree adalah film fantasi yang menyenangkan secara visual dan penuh nuansa nostalgia.

Namun, di balik semua keindahannya, film ini terasa kurang berani untuk mengeksplorasi cerita dan karakter secara lebih dalam.

Film ini tetap layak ditonton terutama bersama keluarga tetapi mungkin tidak akan menjadi film fantasi yang diingat dalam jangka panjang.

 

Trending

Exit mobile version