Box Office
Review Film Madame Web, film Spider-Man Sony Universe yang serba nanggung
www.gwigwi.com – Semenjak tayangnya IRON MAN (2008) saya jadi keranjingan mengikuti berbagai judul komik superhero hingga sekarang. Namun, hanya sediikit sekali saya tahu tentang karakter bernama Madam Web. Saya pun memutuskan membiarkan filmnya sendiri yang berbicara tanpa mencari tahu si madam lebih jauh. Bisakah MADAM WEB (2024) membuat saya jadi menyukai dan ingin tahu lebih lanjut soal karakternya? Karena itu kan poin adaptasi komik yang ingin jadi franchise?
Cassie (Dakota Johnson) adalah pekerja medis yang sigap menolong korban bersama partnernya Ben Parker (Adam Scott). Karena suatu kecelakaan kekuatan terpendamnya bangkit. Dia mampu melihat dan mengulang masa depan. Bahkan bisa merubah nasibnya.
Ternyata semua itu ada hubungannya dengan peristiwa kelahirannya di pelosok hutan Peru. Takdirnya pun terikat dengan tiga gadis; Julia (Sydney Sweeney), Anya (Isabella Moner) dan Mattie (Celeste O’Connor). Mereka dikejar oleh orang berkekuatan mirip Spider-Man bernama Ezekiel (Tahar Rahim). Bisakah Cassie menyelamatkan mereka dari pria yang juga telah membunuh ibunya itu?
MADAM WEB (2024) sedari pada disebut film superhero, mungkin lebih cocok dengan sebutan thriller ber sub genre superhero.
Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung
Film kebanyakan bercerita tentang bagaimana para gadis bertahan dari serangan “Spider-man” jahat. Bukan banyak adegan aksi fantastis khas superhero (trailernya bisa dibilang misleading sekali!) tapi lebih pada aksi memanfaatkan sekitar untuk bertahan hidup. Itu pun ketegangannya masih berasa tanggung dan kurang menusuk lebih perih lagi. Rasanya ingin melihat film sekalian saja dibuat tebal horornya toh masuk akal untuk premisenya dan tak akan terkesan pretensi.
Dakota Johnson memainkan sisi wanita biasa yang sigap menolong orang cocok sekali. Begitu pun saat dia menjadi mbak mentor dan pelindung ketiga gadis itu.
Namun, saat momen berhadapan dengan Ezekiel langsung di paruh ketiga, energinya sebagai protagonis heroik tak sekuat saat dia menjadi pekerja medis. Seakan Cassie lebih cocok sebagai karakter pendukung saja, bukan utama.
Baik protagonis dan antogonis mampu melihat masa depan. Awalnya saya mengira akan dibahas bagaimana perbedaan filosofis kedua karakter tersebut menanggapi kekuatannya. Yah visi masa depan ini ternyata hanya sebatas jadi kekuatan untuk protagonis dan motivasi yang tidak dieksplorasi lebih jauh untuk menambah bobot antagonisnya.
Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung
Pilihan gaya sinematografi dan editingnya memang menarik dan pembeda dibanding film berisi manusia laba-laba lain. Memang senapas dengan tema soal kilasan visi masa depan atau firasat, tapi wah tak sedikit juga shot crazy angle dan cutting kasar yang bikin bingung dan pusing. Walau secara keseluruhan sebenarnya oke saja usahanya memberikan perspektif baru dalam adegan aksi.
MADAM WEB (2024) sepertinya tontonan yang lebih cocok untuk fans film thriller atau horror dan tak memberi banyak ruang untuk disukai fans superhero. Melihat flopnya THE MARVELS (2023) yang notabene nya adalah tipikal film superhero, barangkali arah radikal inilah yang justru menjadi pembaru dan sukses. Mungkin produsernya juga bisa melihat masa depan?