Live Action
Review Film Live-Action Rurouni Kenshin: The Final, Ada dendam yang harus dibalas
GwiGwi.com – Rurouni Kenshin The Final adalah final arc dari adaptasi manga karangan Nobuhiro Watsuki. Dikisahkan, Kenshin dikenal sebagai Battousai yaitu seorang samurai pembunuh berantai yang mampu mengalahkan banyak musuh sendirian. Banyak kematian terjadi akibat dirinya.
Sebagian menganggap Battousai sebagai pahlawan yang membunuh musuh di era Meiji. Sebagian menganggapnya sebagai penjahat.
Kenshin Himura memutuskan untuk tidak lagi membunuh di era baru. Ia menyadari dosa-dosa yang diperbuatnya hanya menimbulkan kesedihan bagi banyak orang, khususnya keluarga korban yang ditinggalkan.
Di film The Legend Ends, Kenshin berhasil mengalahkan Shishio dan memulai hidup dalam era baru dengan Kaoru. Namun, terlalu cepat, kedamaiannya terusik. Ia bertemu dengan Enishi. Ia datang membalaskan dendam atas kematian istri Battousai yang tidak lain adalah kakak perempuannya, yaitu Tomoe.
Enishi adalah sosok antagonis yang luar biasa dan salah satu yang sangat berbeda dengan yang dihadapi Kenshin sejauh ini. Tidak hanya dia lebih muda, lebih cepat, dan lebih kuat, tetapi juga lebih cerdik.
Enishi tidak peduli siapa yang membunuh Kenshin yang terpenting Kenshin harus mati. Dia juga tidak memiliki ideologi besar dan rencana rumit untuk mengambil alih negara.
Enishi hanya ingin Kenshin merasakan sakit yang sama seperti yang dia alami.
Langsung ke filmnya, The Final adalah adaptasi yang relatif longgar dari materi sumber. Di manganya sendiri arc ini membutuhkan 10 volume penuh untuk dibahas.
Mencoba memasukkan semua materi tersebut ke dalam satu film akan menjadi tugas orang rumit. Bahkan, kilas balik kisah Kenshin dipisahkan menjadi filmnya sendiri ini yaitu The Beginning yang akan dirilis pada 30 Juli di Netflix.
Koreo fighting-nya pun disini lebih memukau dari 3 film sebelumnya, seakan membayar film sebelumnya. Film Ini menyajikan adegan aksi yang fantastis. Namun sayang ceritanya disini agak kurang. Hal Ini sangat wajar Karena untuk jalan menuju ke final arc di manganya sendiri ada arc “pengisi cerita” yang sangat menarik untuk dibahas namun dirasa gak terlalu penting-penting amat untuk diangkat ke layar lebar.
Visualisasi yang ada di manga gue rasa cukup untuk film Ini. Bisa dibilang Rurouni Kenshin adalah adaptasi live action dari manga yang kualitas nya konsisten dikarenakan Bisa mengadaptasi apa yang ada di manga dengan pas dan gak ngoyo.
Untuk performa para pemerannya, tidak Perlu di tanyakan lagi, Semua berhasil memerankan perannya dengan total dan semuanya pas.
Secara keseluruhan, film Rurouni Kenshin the final berhasil menutup kisah adaptasi live action dari manga yang cukup populer di Indonesia Ini.