Box Office

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

Published

on

www.gwigwi.com – Trilogi reboot Planet of The Apes yang diheadline Andy Serkis sebagai Caesar, boleh jadi adalah kejutan manis yang jarang terjadi pada sebuah franchise Hollywood. Deretan film yang memang punya jiwa dan layak untuk hadir.

Mendengar bahwa kisahnya akan dilanjutkan tentu membuat skeptis. Hanya asal cari duit atau apakah bisa mengikuti jejak pendahulunya?

Noa (Owen Teague) hidup bergenerasi lama setelah Caesar (Andy Serkis) wafat. Dia sama sekali tak mengenal si “nabi” para simpanse itu. Sebuah POV yang bagus, baik untuk penonton baru sekaligus sebagai pembuka lembar seri film baru.

Dia dengan keluarga dan teman-temannya; Soona (Lydia Peckham) dan Anaya (Travis Jeffrey) hidup dalam klan yang hidup berdampingan dengan elang. Mereka dilarang untuk pergi keluar dari wilayahnya oleh para tetua di desa.

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

Sampai pertemuan Noa dengan manusia, Mae (Freya Allan) menjungkir balikkan pandangan simpanse taat aturan itu tentang dunia di sekitarnya.

Cerita film memiliki banyak kemiripan dengan film sebelumnya, WAR FOR THE PLANET OF THE APES sampai rasanya kurang terasa orisinalitas film ini.

Beruntung film berhasil mengenalkan Noa dan klannya sampai meski nada-nada yang sama berbunyi, penonton sudah terlanjur simpatik dengan simpanse muda ini dan oke saja ikut perjalanannya.

Gak berarti kosong inovasi total. Kompleksitas baru yang disuguhkan tetap ada dan menarik. Villainnya, Proximus (Kevin Durand) seakan mewariskan impuls nafsu berkuasa manusia otoriter untuk tujuannya sendiri. Tak peduli harus bekerja sama manusia atau mengorbankan sesama simpanse.

Chemistry Noa dan Mae yang tidak monoton nan klise membuka lapisan baru soal hubungan manusia dan simpanse ke depannya.

Review Film Kingdom Of The Planet Of The Apes, More Of The Same Paw Print

Sayang beberapa hal baru menarik itu berasa hampa di klimaks karena diakhiri terburu-buru atau ada yang disimpan untuk sekuel. Pada akhirnya sebaik apapun Kingdom OF THE PLANET OF THE APES berlari di awal, perlahan si simpanse sepertinya kelelahan dan berjalan saja ke garis finish.

Terdapat adegan desa yang terbakar hancur diserang klan lain yang lebih perkasa dan bersenjata modern. Meminta penonton iba pada korbannya.

Ironis rasanya mengingat rumah produksi Kingdom OF THE PLANET OF THE APES di dunia nyata justru memihak pada yang kuat nan berkuasa. Mungkin studionya sendirilah yang paling harus belajar dari film ini.

Trending

Exit mobile version