TV & Movies

Review Film Jumbo, 400 kreator lokal dan 5 tahun kemudian

Published

on

www.gwigwi.com –

Don (Prince Poetiray) dirundung Atta (Muhammad Adhiyat) karena kalah melulu dalam bermain. Yatim piatu dan tinggal bersama Oma (Ratna Riantiarno), Don memiliki sebuah buku dongeng buatan ortunya yang menjadi hartanya dan semangat hidupnya.

Festival Desa Seruni akan dimulai! Setelah menemukan lagu ciptaan ibunya (Bunga Citra Lestari), Don pun ingin mementaskan dongengnya dibantu oleh Nurman (Yusuf Özkan) dan Mae (Graciella Abigail). Di saat persiapan lah trio ini bertemu dengan hantu bernama Meri (Quinn Salman) yang membutuhkan bantuan mereka.

Review Film Jumbo, 400 Kreator Lokal Dan 5 Tahun Kemudian

Arwah ortu Meri dikurung oleh seorang misterius yang berniat jahat pada desa seruni. Bisakah Don menyelesaikan pertunjukannya dan juga menyelematkan desanya?

Ya, film animasi JUMBO yang melibatkan 400 kreator dalam kurun 5 tahun ini mempunyai elemen supranatural bahkan sains fiksi. Wah. Namun, daya tarik dari film adalah kehangatan dari manusiawinya para karakter. Sesuatu yang barangkali dibutuhkan di dunia yang makin sinis ini.

Review Film Jumbo, 400 Kreator Lokal Dan 5 Tahun Kemudian

Don punya segala elemen untuk buat orang iba dengannya. Menariknya, film juga memperlihatkan bagaimana sifatnya memiliki efek buruk pada sekitarnya bila kelewatan. Atta pun mendapat sorotan demikian. Meski awalnya jahat, ternyata dia sayang betul dengan abangnya, Acil (Angga Yunanda), yang disabilitas. Kedua sisi baik dan buruk inilah yang ternyata bisa menjadi jembatan bila tiap personalnya mau membuka dan mawas diri.

Dari segi animasi dan sinematografi, JUMBO juga tidak kalah mentereng dari animasi Hollywood umumnya di mana terlihat ambisi dan semangat para kreator untuk menghidupkan kisahnya. Barangkali bisa menjadi jejak penting untuk masa depan animasi Indonesia. Melihat interaksi para karakter yang indo banget, beda dari Hollywood atau anime, dari adegan ngobrol saat betulin radio aja bikin sadar, memang Indonesia layak punya animasi dengan ciri khas kuat sendiri.

Review Film Jumbo, 400 Kreator Lokal Dan 5 Tahun Kemudian

Alur JUMBO yang begitu perlahan berpotensi membuat jemu tapi kehangatannya masih terasa. Untungnya paruh ketiga berjalan cepat, penuh aksi, komedi beneran lucu dan yep, tetap hangat.

JUMBO cukup mengejutkan karena menghadirkan naratif dan karakter yang kuat, yang bisa berdampingan dengan kualitas animasi yang ambisius. Punya Indonesia lagi.

Review Film Jumbo, 400 Kreator Lokal Dan 5 Tahun Kemudian

JUMBO mengkritik soal proyek-proyek yang melabrak rakyat untuk kepentingan sebagian orang kemudian juga soal orang yang maunya didengar bukan mendengar. Moga instansi di negara ini ada yang mendengar.

Trending

Exit mobile version