TV & Movies
Review Film Ju-On 4: The Final Curse
Gwigwi.com – Senin 27 Juli 2015, telah di lakukan screening dan premier pemutaran Filim Horor Legendaris Jepang yaitu Ju-On 4: The Final Curse. Pada screening dan premier film yang dibawa langsung moxienotion ini dihadiri oleh para rekan media dan tamu undangan VIP yang memenuhi studio 7 di Blitzmegaplex Grand Indonesia. Film Ju-On 4 ini melanjutkan cerita dari Film Ju-On 3: The Beginning Of The End. Dimana pada Ju-On 3 ada seorang guru yang menyelidiki muridnya yang sudah tidak masuk berhari – hari. Namun, guru tersebut malah menghilang dan tidak dapat ditemukan oleh siapapun.
Dalam Ju-On 4 ini diceritakan tentang kakak dari guru tersebut yang bernama Mai Shono dan suaminya Sota Kitamura. Setelah dinyatakan adiknya tidak ditemukan, Mai berusaha menye;idiki juga apa penyebab adik nya menghilang, ternyata dengan diam – diam suami Mai pun ikut menyelidiki tentang hal yang sama. Dari situlah terror dari hantu anak kecil dan ibunya dimulai. Selain kakak dan suaminya dari guru yang menghilang tersebut, ada beberapa karakter yang mendapatkan terror dari hantu anak kecil dan ibunya.
Film Ju-On 4 ini dibintangi Airi Taira (Mai Shono), Renn Kiriyama (Sota Kitamura), Nonoka Ono (Reo), Misaki Saisho (Kayako Saeki), Kai Kobayashi (Toshio Saeki), dan Nozomi Sasaki (Yui Shono). Pada Ju-On 4 ini banyak mengambi prespektif dari sisi Toshio Saeki yaitu hantu anak kecil yang ada pada film ini. Selain itu peran dari Reo sepupu yang tinggal serumah dengan Toshio di rumah baru nya sangat baik, Reo mampu membawa penonton ikut merasakan ketakutan yang dia rasakan. Ju On 4 juga banyak memperihatkan flashback tentang Toshio dan Yui, mulai dari mereka meninggal/menghilang dan kejadian – kejadian yang telah terjadi pada mereka.
Namun, ada scene yang menurut saya kurang bagus pengemasannya yaitu pada scene salah satu teman Reo meninggal. Diceritakan teman Reo meninggal terkena kutukan dari Toshio lewat kucingnya yang dimasukan kedalam microwave oleh Ayah Toshio. Teman Reo ini tiba – tiba masuk ke dalam dunia lain, tiba – tiba tubuh nya menghitam. Lalu dia pingsan dan tubuhnya mengeluarkan asap seperti terpanggang, agak aneh saja menurut saya penyebab kematian pada scene ini.
Kekurangannya lainnya, terlihat pada ekspresi ketakutan para pemain ketika mengalami teror. Rasa takut yang disajikan kurang begitu natural. Ini menjadi PR besar untuk Masayuki Ochiai sebagai sutradara. Jika melihat sekueal sebelumnya, kualitas yang diberikan jauh lebih baik.
Ju-On 4: The Final Curse bisa dibilang cukup mengecewakan jika dibanding dengan sekuel sebelumnya. Film horor banyak yang rilis ditahun ini, sayang sekali Ju-On 4 tidak menjadi salah satu film terbaik. Film Horor Asia yang biasa membuat orang tidak lupa akan setiap adegan rasanya hilang difilm ini. Jika saja film ini bisa membuat orang yang menontonnya masih bisa mersakan suasana mengcekam ketika pulang dirumah, mungkin saja film ini bisa menjadi salah satu yang terbaik.