TV & Movies

Review Film Joy Ride, petualangan besar yang heartwarming

Published

on

www.gwigwi.com – Lolo Chen (Sherry Cola) dengan Audrey Sullivan (Ashley Park). Mereka bersahabat sejak kecil yang membuat mereka bisa bersahabat sebenarnya hanya karena satu kesamaan, yaitu mereka sama-sama orang Asia.

Perbedaan merekapun juga banyak. Audrey adalah anak Asia yang diadopsi keluarga kulit putih Amerika Serikat, yang membuat perilaku dan cara berpikirnya lebih mirip orang kulit putih dibanding orang Asia pada umumnya. Ia juga lebih fokus mengejar karier dan masa depannya sebagai pengacara.

Lolo lebih asyik dengan mimpinya sebagai seniman dengan karya eksentrik bertema seksual. Meski masa depannya terlihat tidak jelas dan tertinggal jauh dari Audrey, tapi sebenarnya ia selalu jadi orang yang melindungi dan mendukung Audrey sejak mereka masih bocah ingusan.

Review Film Joy Ride, Petualangan Besar Yang Heartwarming

Kisah makin menarik saat Audrey harus ke Beijing untuk business trip. Ia juga sebenarnya punya kesempatan untuk mencari ibu kandungnya di kota itu, tapi dia enggan meski Lolo agak memaksanya untuk melakukan hal tersebut.

Cerita makin seru ketika sepupu Lolo yang suka K-pop dan BTS, yaitu perempuan kikuk bernama Deadeye (Sabrina Wu) ikut serta bersama mereka. Sementara di Beijing, mereka bertemu dengan teman sekamar Audrey saat masa kuliah dulu, Kat Huang (Stephanie Hsu) yang kini jadi aktris drama mandarin.

Langsung ke filmnya, film ini menyajikan lelucon yang terlalu familier untuk ukuran film komedi. Begitu pun sebenarnya pada perkembangan ceritanya. Namun penonton tetap masih bisa diajak tertawa, apalagi saat keduanya melakukan road trip naik kereta, dan terjadi peristiwa tak terduga.

Review Film Joy Ride, Petualangan Besar Yang Heartwarming

Meskipun komedinya bikin rahang pegel, esensi utama dari film Joy Ride lebih dari itu. Seiring cerita berkembang, penonton akan menyadari bahwa Audrey sesungguhnya rasis pada orang-orang berdarah Asia, darah yang sebenarnya juga mengalir di tubuhnya.

Skenario buatan Cherry Chevapravatdumrong dan Teresa Hsiao patut diapresiasi, pasalnya ketiga karakter pendukung Audrey tidak cuma sekadar tempelan belaka untuk memancing komedi. Lolo, Kat, dan Deadeye diberi kesempatan untuk ikut bersinar dengan cerita kegelisahan dan pergulatan mereka masing-masing.

Review Film Joy Ride, Petualangan Besar Yang Heartwarming

Hal inilah yang membuat Joy Ride menjadi sajian yang akan membuat penonton terbahak-bahak, namun juga membuat terharu, bahkan mungkin menangis. Penonton dibuat hanyut dan bersimpati dengan sosok Audrey, Lolo, Kat, dan Deadeye yang sesungguhnya tak perlu menjadi Asia untuk merasa relevan dengan masalah mereka.

Secara keseluruhan, Joy Ride menjadi sajian komedi yang fun macam the hangover with Asian chicks. Namun tetap heartwarming dan kental akan kisah persahabatan.

Trending

Exit mobile version