TV & Movies

Review Film: Iron Ladies Roar, Ketika Para Wanita Perkasa Bermain Voli

Published

on

GwiGwi.com – Iron Ladies Roar merupakan remake dari film Iron Ladies yang sudah tayang pada tahun 2002, yang berkisah tentang tim voli dengan anggota para transgender. Film yang tayang 2014 ini masuk di Indonesia berkat Moxienotion sebagai promotor yang bekerja sama dengan Blitzmegaplex yang menayangkannya dibioskop.

Film kali ini berkisah tentang flashback sang pemimpin tim voli Mui saat masa-masa kejayaan tim Iron Ladies yang melegenda di Thailand. Di film ini Gwiple akan disuguhkan dengan pengalaman dan adegan-adegan luar biasa yang tidak kita jumpai di film-film komedi lain. Di film ini dikisahkan bagaimana tim Iron Ladies bisa mencapai kejayaan mereka dimulai dengan bagaimana Mui dan lainya mengumpulkan anggota tim yang memiliki pekerjaan dan latar belakang yang berbeda, tetapi mereka semua punya satu kesamaan yaitu Transgender.

Ada banyak sekali tokoh di film ini, Gwiple bisa melihat berbagai macam tokoh transgender yang unik-unik, dimulai dari Mui yang ganteng sekaligus cantik sebagai pelatih sekaligus ketua tim, ada juga seorang transgender yang sekaligus menjadi ganster, transgender yang terkenal sebagai pemain teater musikal dan lain-lain. Di awal film diceritakan masing-masing latar belakang tiap ladies sehingga kita bisa tahu cerita keseharian mereka selain pemain voli yang handal. Mereka akhirnya dipilih untuk mewakili team provinsi Lampang, dan dilatih oleh pelatih voli wanita, Pelatih Bee yang tidak kalah unik dengan para Ladies sendiri.

Perjuangan mereka untuk menjadi juara turnamen Thailand Utara tidak mudah, banyak yang menentang karena status “Ladies” mereka, namun mereka hasilnya berhasil menjadi juara dan juga banyak mendapatkan penggemar baik dari kalangan penonton maupun atlit dari team lain.

Setelah mereka merayakan kemenangan dan tenggelam dalam euphoria mereka kembali ke kampung halaman mereka, walaupun para Ladies sudah cukup kuat secara fisik sebagai atlit voli ternyata hati mereka sangatlah rapuh sebagai seorang Ladies, di sini diceritakan bagaimana tiap ladies menghadapi masalah pribadi masing-masing yang mau tidak mau mempengaruhi kehidupan mereka sebagai atlit juga. Masalah pribadi mereka adalah masalah percintaan, keluarga dan persahabatan yang berbeda dengan masalah para Ladies di film-film lainya. Tidak ketinggalan pelatih Bee juga mempunyai konflik percintaan dia yang tidak biasa. Namun berkat rasa kesetiakawanan para Ladies dan kebijakasanaan Mui sang pemimpin team mereka akhirnya dapat menyelesaikan masalah pribadi mereka dan bersatu kembali hingga akhirnya menjadi legenda pada dunia voli Thailand.

Musik pada film ini cukup bagus walaupun ada beberapa pengulangan musik pada adegan yang agak Lebay. Lawakan-lawakan dapat membuat kita tertawa terus menerus, lawakan yang ada tidak hanya melulu mengenai transgender. Subtitle disediakan dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Walaupun ada lawakan kata-kata yang tidak dijelaskan dalam subtitle namun pada akhirnya saya bisa mengerti apa maksud dari lawakan itu.

[youtube id=”nzYrn684vn0″ width=”600″ height=”340″ position=”left”]

Official Website: http://www.phranakornfilm.com/en/movie_page.php?id=197

 

Trending

Exit mobile version