TV & Movies
Review Film Inang, Kengerian yang Maksimal
GwiGwi.com – Wulan (Naysilla Mirdad), seorang kasir supermarket ditinggalkan pacarnya setelah mengetahui dirinya hamil.
Wulan enggan menggugurkan kandungannya, sehingga membuatnya harus bertanggung jawab sendiri atas kandungannya.
Kurang wawasan, Wulan mencari solusi masalah kehamilannya secara online.
Usaha pencarian Wulan membawanya ke sebuah group media sosial yang mengaku sebagai kelompok relawan pro-life yang fokus membantu ibu hamil yang mengalami situasi kurang enak.
Ia pun mendapatkan orang tua asuh yang mengurus Wulan dengan baik, namun ada berbagai hal-hal janggal yang menuntun kepada sebuah rahasia besar.
Film Inang dibintangi oleh Naysilla Mirdad, lydia Kandou, Toto Rastiti, Dimas Anggara, David Nurbianto, Rukman Rosadi, dan Ruth Marini.
Semenjak teaser nya rilis, gue udah punya ekspektasi tinggi karena gue ngerasa film ini akan berbeda dari film horor Indonesia yang sudah-sudah. Ternyata setelah nonton filmnya, sangat beyond my expectations..bravo!!
Sebagai film horor pertama dari sang sutradara Fajar Nugros, banyak kejutan yang tidak disangka-sangka. Mulai dari plot, karakterisasi dan acting terbaik dari para cast nya. Memang film ini slow burn pace, tapi kita izinkan sang sutradara bercerita.
Penggambaran tokoh Wulan disini memiliki backstory yang kuat namun dikemas dengan sangat niat. Konflik yang dihadapi berasa sangat nyata dan memang banyak terjadi di kehidupan nyata. Ditambah akting Naysilla Mirdad yang TJAKEPPP!! CMIIW ini adalah debut acting untuk film layar buat doi.
How to build up the story dari film ini juga cakep banget!! Setting cerita, narasi, ditambah dengan sedikit camera movement yang shaky bener-bener membuat penonton percaya akan apa motivasi bagi para karakter di film ini, hingga elemen thriller nya membuat penonton tegang, gelisah, dan gak nyaman secara konstan sepanjang film.
Acting para cast nya pun patut diacungi jempol, gak ada yang mendominasi. Dari peran utama sampai supporting cast, hingga cameo sekalipun gak ada yang kurang semua pas.
Tak ada gading yang tak retak, Ya film Ini ada juga kekurangan nya. Ada beberapa “filler” yang seharusnya gak wajib-wajib amat dimasukin buat gue kayak sayang aja gitu dan sedikit mengganggu ke-solidan film ini.
Secara keseluruhan, film Inang memberikan rasa “horor” yang baru bagi perfilman Indonesia. Gak selamanya film horor harus ada entitas gaib yang membunuh orang. Bahwasanya manusia juga ada yang lebih serem dari setan.
Inang juga berhasil menjual suspense dan horor yang berkelas dan maksimal.
Sehat-sehat ya bund~