TV & Movies
Review Film I Wanna Dance With Somebody, kisah si Greatest of All Time
GwiGwi.com – Dunia tahu siapa Whitney Houston? Penyanyi yang memiliki suara emas dan gue kira pantas disebut sebagai GOAT atau Greatest of All Time. Serta kisahnya wajib dibikin biopic nya dengan format layar lebar dengan judul “I Wanna Dance With Somebody”.
Whitney Elizabeth Houston (Naomi Ackie) yang bermula menjadi penyanyi gereja dan backing vocal untuk ibunya Cissy Houston (Tamara Tunie).
Hingga suatu ketika, Whitney menggantikan sementara penampilan ibunya dan dilirik oleh Clive Davis (Stanley Tucci) produser dari Arista Record dan ia siap di orbitkan menjadi penyanyi terkenal.
Disitulah karir Whitney melesat bagai roket.
Langsung aja ke filmnya, script yang ditulis Anthony McCarten yang juga menulis naskah film Bohemian Rhapsody (2018) berhasil membuat kisah dari seorang diva dari awal mula hingga menuju kesuksesan berhasil “menghidupkan” kembali Whitney Houston dan mengangkat momen-momen yang “nendang” dari seorang penyanyi yang dijuluki “The Voice”.
Namun di beberapa momen tertentu juga terkesan ditutup-tutupi dan bermain aman dalam bercerita.
Untuk urusan teknis di film ini juga cukup mumpuni, sound editing yang mantab yang disajikan dengan audio bioskop yang canggih bikin I Wanna Dance With Somebody ngasih vibe “live concert” yang megah!
Dari sisi visual terkesan megah dan ketika adegan manggung terlihat seperti menonton konser dan membuat penonton bertepuk tangan.
Di segi castnya, spotlight tertuju pada Naomi Ackie yang berhasil menghidupkan sosok Whitney Houston dari segi pengalaman karakter, suara ketika bernyanyi maupun bicara mirip dengan aslinya.
Tidak lupa dari supporting cast ada Stanley Tucci, Tamara Tunie, dan Clarke Peters berhasil mengisi perannya dengan porsi yang pas dan terlihat meyakinkan.
Well, secara keseluruhan meskipun filmnya punya plus minus di beberapa sisi, tapi untungnya film ini punya pacing penceritaan yang terbilang cukup nyaman diikuti, dengan durasi 140 menit tidak sepenuhnya membosankan.
Setidaknya film ini masih mampu menyajikan kisah from zero to hero dari seorang Whitney Houston dengan baik.