TV & Movies
Review Film Guardians of the Galaxy Vol. 3, Guardians last hurrah is a sad one
www.gwigwi.com – Setelah sutradaranya, James Gunn dikeluarkan dari proyek film ketiganya ini lantaran twitnya yang…wah dulu. Kemudian ditarik WB untuk menyutradarai THE SUICIDE SQUAD. Lalu rekan pemain-pemain GUARDIANS OF THE GALAXY sepakat membelanya yang berujung pada “dimaafkan”-nya beliau dan kembalilah dia ke Disney untuk menyelesaikan triloginya. Namun, sebelumnya dia diangkat menjadi salah satu komandan era jagat film DC baru bersama produser Peter Safran. Semakin mengukuhkan nilai krestivitasnya di Hollywood. Akhirnya GUARDIANS OF THE GALAXY VOLUME 3 mendarat di XXI Gandaria City.
Review Film Guardians Of The Galaxy Vol. 3, Guardians Last Hurrah Is A Sad One
Penuh drama kehidupan si filmmaker bahkan sebelum kamera dinyalakan. Nah apakah penantian panjang ini memang layak ditunggu?
Rocket (Bradley Cooper) dianggap sebagai James Gunn adalah protagonis sesungguhnya GOTG. Akhirnya dibukalah tabir latar belakangnya dari rakun biasa sampai menjadi pengacau gile sekarang dan hubungannya dengan High Evolutionary (Chukwudi Iwuji), ilmuwan god complex pengejar kesempurnaan versinya apapun bayarannya.
James Gunn pernah berkata kalau Rocket lah “hati” sesungguhnya dari franchise ini dan betul saja cerita awal mulanya inilah nyawa dari filmnya. Kepolosannya yang tersiksa perlakuan High Evolutionary dan suka dukanya bersama teman binatang lain korban eksperimen; Lylla (Linda Cardellini), Floor (Mikaela Hoover), Teef (Asim Chaudhry) yang berujung pada alasan pahit kenapa Rocket memiliki emosi yang tak stabil.
Review Film Guardians Of The Galaxy Vol. 3, Guardians Last Hurrah Is A Sad One
Penggambaran kumuhnya kandang mereka merefleksikan kejadian nyata perlakuan semena-mena pada binatang yang memang terjadi di dunia nyata. Cerminan realita ini menambah gelapnya tragedi plotnya.
Bisa jadi flashback Rocket adalah salah satu momen tergelap yang pernah ada di film superhero sejauh ini.
Review Film Guardians Of The Galaxy Vol. 3, Guardians Last Hurrah Is A Sad One
Tentunya anggota Guardians lain juga terlibat. Durasi interaksi dan kerja sama mereka barangkali melebihi 2 film sebelumnya. Di sinilah komedi nyeleneh ala James Gunn keluar yang bisa jadi berlebihan oleh penonton. Apalagi porsi Drax (Dave Bautista) yang seolah dijadikan badut. Adam Warlock (Will Pouter), sosok yang sudah dinantikan fans komik sejak lama bisa jadi kontroversial karena versi ini disesuaikan dengan cerita dan gaya bercerita sutradara, suka atau tidak.
Momen terburuknya, para Guardians seolah menjadi karikatur untuk melucu aneh, seakan tak punya kedalaman dan fungsi lain di cerita.
Review Film Guardians Of The Galaxy Vol. 3, Guardians Last Hurrah Is A Sad One
Namun bisa juga dibilang itulah poin James Gunn menunjukkan adegan-adegan banyol tersebut; saat High Evolutionary menolak sekecil apapun ketidaksempurnaan versi dia, Guardians menerima orang walau terlihat bodoh, gak jelas dan tak punya tempat. Berempati dan tetap berusaha bekerja dan menolong sesama. Bisa dikatakan itulah poin dari film-film GOTG sebelumnya tapi rasanya tak pernah sejelas di sini.
Sayang saja sih pesan seindah itu terganggu penceritaan nyeleneh.
Review Film Guardians Of The Galaxy Vol. 3, Guardians Last Hurrah Is A Sad One
Warna visual yang cantik, aksi nendang walau tak begitu banyak, sedikit bumbu plot twist, cerita memanusiakan para orang terpinggirkan, adegan menyentuh yang dimulai dari joke konyol dan soundtrack yang masuk ke adegan secara organik tanpa terasa sekedar ingin keren saja, ini adalah film yang amat sangat James Gunn dan bukti auteur filmmaking masih ada di Hollywood. Moga SUPERMAN: LEGACY yang akan dia tangani bisa lebih baik lagi