Box Office
Review Film Greenland, Sekali Lagi Film Bak Kiamat Yang Menghibur
GwiGwi.com – Gerard Butler, dialah alasan saya mau datang ke Press Screening film terbarunya ini, Greenland. Menggelegar nama dan kharismanya saat menjadi Leonidas di 300.
Meski saya tidak menyukai beberapa filmnya seperti Slayer, Olympus Has Fallen dan London Has Fallen, beliau mempunyai pesona unik yang menarik untuk dilihat. Sekarang dia berurusan dengan komet jatuh. Gerrard Butler menghadapi bencana yang tak bisa diselesaikan dengan baku hantam dan tembakan. Tentu bikin penasaran.
Komet super panjang yang diberi nama Clarke datang dari tata surya lain ke bumi. Fenomena yang harusnya indah dilihat menjadi bencana saat komet itu satu persatu menubruk bumi. John (Gerrard Buttler), istrinya yang sedang pisah ranjang, Allison (Morena Baccarin) dan anak mereka yang menderita diabetes, Nathan (Roger Dale Floyd) mendapat undangan dari pemerintah untuk mengungsi di Shelter khusus. Konflik akibat privelese, para warga yang panik dan komet jatuh menjadi rentetan bencana yang harus keluarga tak sempurna lalui.
Hal yang paling mengganggu dan begitu mencolok dari awal adalah CGI bencananya. Diperlihatkan satu kota hancur lebur akibat tubrukan pertama. Sesuatu yang harusnya memberi kesan yang wah berakhir gamang karena CGI nya terlihat jadul. Untuk film ber genre bencana ini, dan 9 tahun setelah bencana masif di film 2012, seharusnya spesial efek mencuri perhatian utama. Karena hal besar inilah yang memicu kepanikan karakternya. Setiap kali CGI nya digunakan saya sulit menganggap serius situasinya karena kurang terlihat meyakinkan.
Greenland berfokus pada human element dari bencana. Kepanikan, pertikaian, terpisah dan orang-orang yang putus asa. Walaupun performa Gerard Butler dan Morena Baccarin cukup baik, konflik-konflik yang ada tidak terasa baru dan sudah ramai diangkat film-film sejenis. Dialog dan pengadeganannya pun tidak membantu memberi warna baru. Been there done that.
Untuk sebuah film bencana di mana langit terbuka menjadi mengerikan. Komet bisa menimpa kapan saja dan membuat situasi menjadi tak terduga. Rasanya sayang premis itu kurang dimaksimalkan. Berfokus pada drama antar manusia memang bisa memberi nilai dramatik tinggi tetapi cara demikian bisa berlaku untuk film bencana dengan premis lain. Akibatnya Greenland terasa kurang spesial. Apabila yang anda cari adalah drama keluarga berselimutkan bencana film ini bisa jadi pilihan.
Di situs TheGuardian, penulis Mark Kermode menulis, “fans film aksi Gerard Butler mungkin berharap dia memukul jauh meteor begitu saja” Coba aja begitu, Bisa lebih seru.