TV & Movies

Review Film GOAT, animasi yang punya attitude

Published

on

www.gwigwi.com – Will Harris (Caleb McLaughlin), seekor kambing berbadan kecil yangmemiliki cita-cita besar yakni menjadi atlet profesional olahraga fiksi bernama Roarball. Olahraga ini merupakan full body contact dengan intensitas tinggi di dunia binatang.

Meski awalnya teman-teman setimnya ragu, seperti Jett Fillmore si macan kumbang (Gabrielle Union) yang merupakan idola Will, Modo Olachenko si komodo naga berlogat Rusia (Nick Kroll) yang bisa bernapas api, Archie Everhardt si badak (David Harbour), Olivia si burung unta yang selalu dengan kata warganet di sosial media (Nicola Coughlan) dan Lenny Williamson si Jerapah (Stephen Curry).

Meskipun demikian, Will bertekad untuk merevolusi olahraga yang penuh ego, ia ingin membuktikan bahwa hewan yang terlihat kecil pun bisa bermain olahraga ini.

Review Film Goat, Animasi Yang Punya Attitude

Bisa dibilang Sony Pictures Animation lagi naik daun semenjak Spider-Man: Into the Spiderverse sampai K-Pop Demon Hunters yang berhasil menuai pujian kritikus. Lewat GOAT gue ngerasa bahwa hasilnya pun juga akan kembali menuai pujian.

Disutradarai oleh Tyree Dillihay dan diproduseri bintang NBA Stephen Curry. Cerita underdog seperti ini memang bukan hal baru, tapi GOAT mencoba dikemas dengan dunia visual yang ekspresif dan penuh aksi cepat.

Kalau ada satu hal yang langsung mencuri perhatian, itu adalah gaya animasinya. GOAT tampil dengan pendekatan visual yang dinamis, penuh garis tegas dan gerakan agresif yang membuat adegan olahraga terasa hidup.

Review Film Goat, Animasi Yang Punya Attitude

Desainnya komikal modern dengan efek frame yang dramatis, memberi sensasi seperti menonton highlight pertandingan olahraga dalam format animasi.

Menurut gue buat penonton yang suka visual energik dan gerakan dinamis film ini jelas punya daya tarik kuat.

Lalu, salah satu kekuatan film ini ada di jajaran pengisi suara. Caleb McLaughlin sebagai Will membawa energi positif, sementara Gabrielle Union dan Patton Oswalt memberi warna pada dinamika tim.

Review Film Goat, Animasi Yang Punya Attitude

Meski begitu, beberapa karakter pendukung terasa kurang berkembang karena memang fokus cerita film ini jelas pada perjalanan personal Will.

Skor musiknya berjiwa urban, dengan sentuhan hip-hop dan soul yang membuat setiap momen sport terasa punya groove dan mendukung gerakan dinamis di sepanjang film.

Momen cover lagu “Don’t Dream It’s Over” oleh karakter Lenny menjadi jeda emosional yang tak terduga.

Secara keseluruhan, GOAT adalah film animasi with attitude. Semesta yang dibangun, gaya visual dinamis, dan karakter nyentrik yang mudah diingat.

Ketika industri animasi berlomba-lomba menciptakan produksi yang halus. Namun GOAT tidak membuat formula itu, hal inilah yang membuat film ini menang dan akan membekas di penonton.

Trending

Exit mobile version