Box Office

Review Film Ford V Ferarri, Persaingan Abadi Dua Brand Otomotif Dunia

Published

on

GwiGwi.com Enzo Ferrari (Remo Girone) menolak tawaran yang diberikan perusahaan mobil Ford yang disampaikan oleh Lee Iacocca (Jon Bernthal), wakil presiden Ford , dan lanjut menghina pemiliknya, Henry Ford II (Tracy Letts). Berang, Henry menyewa jasa Caroll Shelby (Matt Damon), seorang desainer otomotif untuk membuat mobil balap yang sanggup mengalahkan Ferrari di perlombaan Le Mans 1966, balapan mobil yang berlangsung selama 24 jam. Caroll kemudian mengajak Ken Miles (Christian Bale), pembalap handal untuk membantunya mewujudkan tujuan itu.

Ford V Ferrari agaknya memiliki judul yang kurang pas untuk adaptasi kisah nyata ini. Karena nyatanya fokus dari film ini bukanlah tentang persaingan ketat dua perusahaan tersebut melainkan pada usaha Caroll Shelby dan Ken Miles membuat mobil terbaik yang kerap mendapat tentangan dari para eksekutif di Ford . Ferrari hanya berperan sebagai pemicu konfliknya. Setelahnya mereka bagai “musuh” tanpa kompleksitas yang menarik saja.

Gonjang-ganjing hubungan Caroll, Ken dan perusahaan Ford inilah drama yang dieksplorasi oleh sutradara James Mangold. Begitu pula mendalami karakter Ken Miles yang dari luar terlihat urakan namun kecintaannya dan pengetahuannya dengan otomotif tak terbantahkan. Sayangnya Ford V Ferrari secara naratif, masih terasa formulaik khas film biografi tanpa menawarkan hal baru walaupun pengadeganan yang apik berhasil membuat beberapa adegan begitu berkesan seperti saat Ken bekerja sendirian di hangar mendengarkan siaran balapan di perancis.

Pengadeganan cakepnya paling muncul saat kebut-kebutan dimulai. Biasanya di film lain keseruan di arena balap sedikit hilang ketika adegan cut ke interior mobil. Di sini, beberapa shot memperlihakan interior mobil dan eksterior dalam satu frame yang sama. Membuat anda bisa percaya kalau Christian Bale lah yang menyetir bukan stunt double. Pemilihan angle shotnya terus menguatkan intensitas dan keseruannya. Setiap kali suara mesin menggelegar anda tahu ini akan menyenangkan.

Saya suka momen seperti saat Caroll dan Ken terus menerus menguji coba mobil Ford GT40; memacunya secepat mungkin, membongkar pasang isinya, memasang semacam selotip untuk membuktikan mobilnya malah condong melesat ke udara bukan ke lintasan, bahkan sampai nyaris membunuh Ken sendiri saat tabrakan dan terbakar. Percobaan ini, kemudian cara Caroll mengerjai Leo Beebe (Josh Lucas), eksekutif Ford yang tidak suka dengan Ken, membangkang perintah atasan, dan Henry Ford II yang rela menghabiskan jutaan dollar untuk mengalahkan Ferrari hanya karena dihina, ada semacam kesan kekanakan atau boys will be boys manis yang konsisten sepanjang film.

Penampilan Matt Damon sebagai Caroll Shelby rasanya kurang berkesan. Mungkin karena tidak cukup banyak adegan yang menonjolkan karakternya. Kurang lebih dia stagnan saja sepanjang film. Lain halnya dengan Christian Bale sebagai Ken Miles. Awalnya cara bicara dan gestur nya terkesan berlebihan, namun semakin cerita bergulir kita semakin banyak melihat sisi lain dirinya walaupun yang dia bicarakan selalu tak jauh dari mobil dan balapan. Bale mampu menampilkan dedikasi penuh Ken dan tenangnya dia walau dipinggirkan oleh Ford. Penyutradaraan James Mangold pun berhasil memaksimalkan momen-momen itu.

Ford V Ferrari adalah tontonan seru dengan jalinan drama yang cukup baik. Cocok untuk penonton yang kangen genre balapan murni setelah franchise Fast & Furious yang semakin lama tidak jauh beda dengan G.I. Joe. Balapannya menegangkan dan kisahnya bisa meneteskan air mata. So Gwiples jangan lupa saksikan film ini di bioskop bioskop favorit kalian ya!

Trending

Exit mobile version