Box Office

Review Film Dua Garis Biru, penyampaian sebuah pesan yang dikemas dengan fun

Published

on

GwiGwi.com – Dara (Zara JKT 48) dan Bima (Angga Aldi Yunanda) adalah sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMA yang lagi sayang-sayangnya, terlepas keduanya memiliki latar belakang sosial yang berbeda.

Malah saking lekatnya, keduanya kerap dicap sebagai “suami-istri” oleh teman-teman sekelas mereka.

Well omongan adalah doa, Bima dan Dara tidak sengaja “kebablasan”. Akibat perbuatan ini, kehidupan keduanya mengalami perubahan drastis.

Kini di usia mereka yang masih belia, keduanya harus menghadapi kenyataan pahit untuk menjadi calon ayah dan ibu serta menanggung malu dari teman, orang tua, dan lingkungan sekitar. Karena masih di usia yang sangat terbilang muda.

Lantas, bagaimana mereka menyikapi semua ini?

Film ini merupakan debut sutradara dari penulis naskah kawakan Gina S.Noer (Perempuan berkalung sorban, ayat-ayat cinta) yang juga menulis naskah untuk film ini, konon ia telah mengembangkan naskah untuk dua garis biru selama 8 tahun.

Pas trailernya pertama kali keluar sempat ada gerakan boikot untuk film Ini, namun show must go on. Karena tujuan dari film ini bisa menjadi media edukasi seks yang sangat efektif bagi remaja-remaja di negeri kita saat ini.

Meskipun memiliki premis yang sangat umum jika kita melihat film luar negeri. Namun kali ini gue terkejut kalau Indonesia juga bisa dan Film Ini terlihat keren.

Tiap shot di sepanjang film terlihat apik dan membuat penonton terpukau serta naskah yang to-the-point tanpa harus bertele-tele.

Menurut gue, mbak Gina juga berhasil menyampaikan bahwa pentingnya pendidikan seks untuk para remaja tanpa harus menggurui.

Hal ini diwakili lewat beberapa adegan baik secara tersirat maupun tersurat yang menunjukkan seenggak tahunya Dara dan Bima soal apa yang udah mereka perbuat. Serta konsekuensi yang mereka tanggung di sepanjang film.

Selain jadi pembuka mata dan pikiran masyarakat tentang betapa pentingnya pendidikan sex untuk remaja, film ini juga berhasil ngasih pesan mendalam soal tanggung jawab, hubungan dengan keluarga, dan yang paling penting keberanian buat melakukan hal yang benar.

Film yang dibintangi oleh Zara JKT48, Angga Yunanda, Rachel Amanda, Asri Welas, Lulu Tobing, Dwi Sasono, Cut Mini, dan Arswendy Bening Swara berhasil melakukan performa terbaiknya masing-masing BRAVO !!!

Hal ini ditunjukan lewat scene long take sekitar 6 menit yang melibatkan para anak dan orang tua di UKS sekolah.

Scene ini terasa intens banget. Berhasil meluapkan semua emosi yang ada, bahkan penonton bisa nahan napas saking kerennya adegan ini.

Lewat scene ini, Sang sutradara ingin memberikan kesempatan buat para orangtua dan anak untuk bisa melakukan pembicaraan dari hati ke hati. Sesuatu yang kadang jadi hal yang perlu dilakukan untuk bisa memecahkan masalah secara bersama-sama.

Chemistry yang dibangun oleh karakter Bima dan Dara juga gak terlalu berlebihan, porsinya pas tanpa bikin orang gagal fokus ke Isu yang sebenernya ada di film Ini.

Terdapat juga sisi komedi yang diselipkan di film Ini biar gak serius-serius banget. Lewat beberapa jokes yang muncul sepanjang film yang memberikan sentilan untuk Bima dan Dara berupa reaksi keluarga, judging dari orang lain, dan bahkan lingkungan yang memberikan contoh tentang sulitnya berumah tangga.

Tidak lupa dengan soundtrack yang mengiringi sepanjang film ini berjalan juga pas dengan adegan filmnya dan membuat film Ini lebih hidup. Misal lagu “growing up” dari Rara Sekar, serta lagu “Jikalau” milik band Naif.

Secara keseluruhan, lewat Film Dua Garis Biru mbak Gina S. Noer berhasil membuat debut penyutradaraannya dengan apik, serta menyampaikan pesan mulia yaitu tentang pentingnya pendidikan seks sejak dini, punya perspektif yang adil dari anak dan orangtua bahwa konsekuensi yang ditanggung adalah tanggung jawab semua pihak. Serta dikemas dengan shot dan naskah yang cerdas.

Trending

Exit mobile version