TV & Movies

Review Film Dracula A Love Tale, Luc Besson bikin romantis

Published

on

www.gwigwi.com – Draculaaaa lagiiii. Penghisap darah yang sudah semua tahu sekali. Sekarang digawangi sutradara Luc Besson, dengan pendekatan….romantiss. Bagaimana jadinya?

Dracula (Caleb Landry Jones) menikmati mabuk asmara dengan istrinya, Elisabeta (Zoë Bleu). Keduanya tak terpisahkan, melakoni segala bentuk cinta dengan penuh hasrat. Sampai maut memisahkan.

Review Film Dracula A Love Tale, Luc Besson Bikin Romantis

Dracula tak menerimanya, maka Tuhan mengutuknya. 400 tahun kemudian, dengan tubuh semakin renta, dia masih mengidamkan sosok istri yang dia yakini berinkarnasi, tapi dia tak lagi berharap banyak.

Sampai ketika dia melihat sosok istri dari korban barunya, Jonathan (Ewens Abid) yakni Mina. Hasrat itu bergolak lagi dan ia pun bersiap untuk datang ke Paris menemui yang dia yakini cintanya.

Pendeta (Christoph Waltz) tak tinggal diam. Dia berusaha untuk menolong Mina sebelum dia dikutuk dan juga….Dracula.

Dracula digambarkan sebagai makhluk tragis yang kisah cintanya terenggut. Menjadi eksistensi terbesar dia dalam mengarungi hidup di berbagai tempat sebagai monster.

Menariknya, film menyorot sisi romantik sedaripada kehaus darahannya. Ya, dia masih sadis dan kejam dalam bertindak, tapi semua didasari rasa cinta yang mudah membuat orang tetap iba. Meski dia baru menghabisi banyak orang.

Review Film Dracula A Love Tale, Luc Besson Bikin Romantis

Membuat Dracula versi Luc Besson ini barangkali memiliki kedalaman lembut di balik tubuh terkutuknya yang beda dari kebanyakan versi. Terasa kemanusiaannya, bukan ingin darah semata.

Caleb Landry Jones total menampilkan mabuk asmaranya, konyolnya dan….sintingnya, walau kadang terasa over acting.

Mungkin yang paling subtil Caleb lakukan adalah menunjukkan Dracula sungguh cinta istrinya dan bukan berlandaskan nafsu membabi buta semata, yang menjadi jiwa DRACULA A LOVE TALE.

Di sisi lain Pendeta digambarkan gabungan religius dan saintis nan ramah tapi tegas dalam tugasnya. Dia menginvestigasi tempat kejadian perkara dan vampir layaknya seorang polisi. Ingin juga menolong Dracula inilah yang memberi lapisan lagi yang membuatnya berbeda dari semua versi pendeta di film peminum darah ini.

Review Film Dracula A Love Tale, Luc Besson Bikin Romantis

Film menariknya bukan romansa yang kaku atau tragis berdarah-darah. Terdapat momen manis menghanyutkan seperti Dracula yang hanya ingin melihat Mina bahagia di Paris dan menariknya, momen-momen aneh lain yang justru membuat tertawa.

Di satu momen kita terhanyut tragedi romansa film dan tetiba diingatkan lagi oleh Pendeta dan para karakter manusia lain kalau si Pangeran Wallachia itu adalah monster. Mungkin kurang terlalu dikembangkannya para supporting cast itu yang membuat mereka seakan sedikit pengganggu pesta utama film.

DRACULA A LOVE TALE itu…unik. Sangat familiar tapi hanya dengan pendekatan berbeda bisa memberi nuansa yang lain dan bisa menyentuh. Vampir ey, sepertinya belum akan habis diadaptasi.

Trending

Exit mobile version