TV & Movies
Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi superhero yang agak berantakan
www.gwigwi.com – Jadi ada Logan/Wolverine (Hugh Jackman) di film ketiga Wade Wilson/Deadpool (Ryan Reynolds) ini.
Apakah membantu franchise si Merc with Mouth ini atau membuatnya “kembung”?
Chemistry keduanya itu solid wah, baik secara banter dan saat pedang dan cakar admantium beradu. Wade dan Logan terasa layak berbagi layar tak lain karena penampilan Ryan dan Hugh. Keduanya just delivered mau itu saat rapuh atau menggila.
Wade merasa tak berarti dan ingin menjadi lebih, menjadi anggota Avengers. Agak aneh memilih start seperti ini karena di dua film sebelumnya, Wade berjasa besar dalam menyelesaikan konflik, tapi itulah kisah dia sekarang.
Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi Superhero Yang Agak Berantakan
Kemudian ada Wolverine yang dikatakan sebagai versi terburuk dari semua Wolverine yang pernah ada. Set up menarik jikalau saja ini adalah Wolverine yang sama seperti sebelumnya, tapi versi itu sudah mati di LOGAN (2017).
Akibatnya meskipun film berusaha sekali membuat kisah Wolverine ini dramatis dan mencoba mengakhirinya dengan serapih mungkin, sulit konek dengan dia bila semua isu nya disampaikan dengan verbal saja.
Ya ada versi Wolverine ini, berarti ada yang lain. Marvel Studios kembali bermain multiverse sebagai cerita meta bagaimana Deadpool masuk ke Marvel Cinematic Universe.
Bilamana penonton adalah fans film superhero sejak sekian laaama, baaanyak sekali cameo, fan-service, aksi, komedi yang bisa memuaskan. Seakan selebrasi besar genre superhero yang boleh jadi, melebihi AVENGERS: ENDGAME (2019)
Sayangnya untuk penonton awam, mudah sekali merasa bingung atau kurang mendapat nilai lebih dari banyak adegan.
Komedi di luar itu pun kembali soal omongan nyeleneh Wade dan refrensi spesifik pop culture barat yang mungkin bisa terlewat penonton di belahan dunia lain.
Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi Superhero Yang Agak Berantakan
Komedi gila Deadpool itulah yang kerap digunakan sampai kadang terasa berlebihan. Seakan Kevin Feige memanjakan Sutradara Shawn Levy dan Ryan Reynolds terlalu jauh, tapi hey itu bekerja untuk James Gunn dengan trilogi Guardians, mengapa tidak dicoba lagi? Paling tidak film tak bermain aman dan berakhir garing.
Namun menggila macam THOR LOVE AND THUNDER (2022) juga ada dan berakhir tidak disukai. Komedi film ini bisa dibilang lebih menjurus ke film keempat Thor itu.
DEADPOOL & WOLVERINE berasa…berantakan. Di mana dua film Deadpool sebelumnya meski punya kacau khasnya, secara emosi sukses membekas. Di sini drama terasa sekedar polesan untuk sisi hiburan yang belepotan.
Memang semuanya memiliki landasan emosi dan peran penting dalam naratif tapi wah coba saja gulanya tidak terlalu banyak.