TV & Movies
Review Film Conclave, Misteri. Politik. Amin.
www.gwigwi.com – CONCLAVE dari poster mungkin langsung tersirat film yang berat dan kompleks. Siapa sangka justru film mengenai pemilihan paus ini menegangkan, terkadang lucu dan…fun.
Paus meninggal dan dekan Thomas Lawrence (Ralph Fiennes) harus memimpin conclave/konklaf, pemilihan paus untuk mengisi tahta suci yang kosong diantara anggota Dewan Kardinal. Perlahan terkuak pelbagai kenyataan mengejutkan yang membuat batin Lawrence bergejolak…
Sedari awal, film melepas kekakuan dengan dialog yang menunjukkan kemanusiaan para anggota institusi Katolik ini. Baik dengan sedikit sinis atau bercanda. Cerdas menggandeng penonton untuk melalui prosesi sakral ini.
Review Film Conclave, Misteri. Politik. Amin.
Keasikan CONCLAVE adalah menggunakan trope film noir dan politik untuk memperlihatkan sifat-sifat asli para kardinal dibalik atribut keagamaan mereka.
Lawrence berlaku layaknya detektif untuk mencari kebenaran, mengurai misteri dan mengungkap intrik. Semua demi menjaga proses pemilihan, meskipun tindakannya terkesan melanggar norma sakral.
Dari riuh politik pemilihannya, penonton bisa jadi geli melihat para calon paus ditampilkan seakan mafia yang punya berbagai sifat…kurang kristiani.
Ada kardinal liberal, Aldo Bellini (Stanley Tucci) akan para kardinal calon paus lain yang bisa memundurkan progresif gereja; seperti Tedesco (Sergio Castellito), Tremblay (John Lithgow) dan Adeyemi (Lucian Msamati). Menarik melihat para kardinal sampai rapat rahasia, berkonspirasi menghadapi lawan layaknya politikus.
Review Film Conclave, Misteri. Politik. Amin.
Mungkin yang agak kabur adalah poin dari semuanya. Konklusi cerita memang mengejutkan tapi agak mengambang apa maksudnya untuk cerita. Apakah kritik soal dominan laki laki di struktur gereja? Apakah orang yang baik memang harusnya berambisi dari awal untuk tegas memimpin? Tidak apa melanggar tradisi untuk berbuat baik? Atau kritik keras untuk dewan kardinal itu sendiri?
Semua poin ini terasa tak terasa terlalu nyambung satu sama lain untuk menjadi buah pikiran penonton dan memberi bobot pada cerita.
Dengan sinematografi cantik yang menggunakan ruang frame secara maksimal dan akting subtil kelas atas dari para pemainnya, CONCLAVE sungguh pengalaman sinema yang unik nan fresh tapi tetap familiar dan…fun.