TV & Movies

Review Film Civil War, Perang Sipil heboh namun dangkal

Published

on

www.gwigwi.com – Perang sipil Amerika. Sesuatu yang banyak ditakutkan banyak pengamat di AS akan terjadi lantaran begitu banyak gesekan antara sayap kanan dan sayap kiri apalagi saat presiden Donald Trump berkuasa.

Sutradara Alex Garland langsung saja lantang merealisasikannya dalam film terbarunya, CIVIL WAR (2024).

Apakah bisa dia menghadirkan kompleksitasnya dan tidak hanya dar der dornya saja?

Lee (Kirsten Dunst), fotografer veteran yang ingin mewawancarai presiden AS (Nick Offerman) saat perang sipil di negara paman sam membara. Bersama temannya Joel (Wagner Moura), rekan seniornya Sammy (Stephen Mckinley Henderson) dan Jamie (Cailee Spainy), fotografer yang masih muda nan hijau.

Sepanjang perjalanan ke Washington D.C, Lee menjadi saksi Amerika yang terluka dan menggila karena perang…

Konflik pemicu perang terasa terlalu mudah dan dangkal; bagaimana bila Trump menggila dan memicu perang? Melihat kompleksnya politik Amerika rasanya aneh bila seakan hanya menjahatkan sayap kanan saja dan sayap kiri meresponnya.

Adegan tentara edan (Jesse Plemons) yang langsung mengeksekusi orang non amerika dan imigran; Antifa, kelompok yang sayap kiri dibantai; meski film seolah imparsial terlihat sekali kalau lebih cenderung ke sayap kiri atau liberal.

Perang menjadi terasa dangkal walau presentasinya heboh.

Karakter jurnalis dipilih POV agar cerita imparsial tapi rasanya terlalu di tengah. Mereka hanya menjadi saksi dan penggambarab emosi atas konflik yang sudah membakar. Tidak ada misalnya grup itu mempunyai pendapat yang berbeda beda mengenai konflik untuk menggambarkan kompleksitas dan kausalitas dari perang. Tidak serta merta hanya karena satu pihak jadi fasis.

Hal ini membuat kisah film bisa terjadi di mana saja tak perlu Amerika. Membuat konflik terasa kurang spesial.

Soal pengadegan baku tembak Alex Garland sukses memperlihatkan kejam dan kisruh nya. Mampu menghadirkan penonton tepat di tengah desingan peluru dan ledakan, tanpa mengglorifikasinya.

CIVIL WAR seakan perwujudan kegalauan seorang filmmaker akan suatu rezim yang mungkin tak ia dukung. Coba saja filmnya mencoba lebih memperluas pandangannya dan lebih menggali lebih dalam lagi.

Trending

Exit mobile version