Box Office

Review Film Candyman (2021), Dia Hadir Kembali. Sayangnya.

Published

on

GwiGwi.comAnthony McCoy (Yahya Abdul-Mateen II) adalah pelukis yang kesulitan membuat karya baru. Mendengar adanya legenda boogeyman Candyman di bekas kompleks pemukiman bernama Carbini-Green, Anthony menjadikan kisah itu untuk art piece terbarunya…. dan dari karya itulah teror hantu bertangan kait berselimuti lebah ini kembali bangkit.

Candyman (2021) adalah sekuel langsung dari Candyman (1992) yang cukup legendaris dengan penampilan Tony Todd sebagai si hantu. Film terbaru karya sutradara Nia Dacosta, melanjutkan tema diskriminasi, rasisme dan brutalitas dari kaum mayoritas di film pertama yang semuanya masih relevan di Amerika hingga saat ini.

Ada banyak sekali mayat dan pembunuhan hasil kerja Candyman di sini untuk memuaskan penggemar horror macabre. Aksinya ditampilkan dengan campuran creepy perlahan yang elegan diakhiri dengan tebasan brutal. Nia Dacosta tak sering menunjukkan bacok mem bacok ini secara frontal. Sebagian ia biarkan terjadi off frame di mana suara teriakan korban dan sayatan terdengar kencang. Membiarkan imajinasi penonton liar membayangkan sang hantu “bekerja.”

Beragam adegan teror Candyman memang mengerikan nan menawan tapi di saat yang sama seperti tak memiliki korelasi dengan tema SARA nya. Bisa jadi karena banyak pembunuhan itu tak dimotivasi oleh alasan politis atau rasisme seperti misal korbannya memang rasis atau aktif menekan aktifitas minoritas. Kesannya seperti cek list aksi menebar keseraman saja.

Hal itu juga terkesan dengan plot Anthony yang makin menggila akibat mendalami kisah Candyman. Plot ini terasa tidak berhubungan dengan tema rasis nya. Rasanya jika isu rasisnya dicabut, film ini dapat menjadi cerita orang biasa yang perlahan menjadi monster seperti di film Afflicted (2013).

Walau kadang terdapat ketidaksesuaian tema dengan horrornya, Filmmaker mengemas legenda Candyman ini menjadi cautionary tale/cerita peringatan yang tak terisolir sebagai kisah orang african-american saja tetapi sebagai cerita yang mungkin muncul di mana pun ketidakadilan, rasisme dan brutalisme terjadi. Adegan bunuh membunuh yang cukup intens dan memiliki banyak kata kata kasar akan cocok untuk gwiples yang menyukai film aksi horror nan mencekam ini.

Jadi gwiples, jangan lupa untuk menonton film Candyman (2021) di bioskop kesayangan kalian dan bersiaplah akan suasana yang menegangkan saat menonton film ini.

Trending

Exit mobile version