TV & Movies

Review Film Bullet Train, Pertemuan yang Ditakdirkan

Published

on

GwiGwi.com – Bullet Train merupakan film aksi dan dark comedy berdasarkan buku novel dengan judul Mariabitoru (Maria Beetle) karya Kotaro Isaka; film ini disutradarai oleh David Leitch (Atomic Blonde & Deadpool 2) yang sudah akrab dengan aksi-aksi yang berdarah-darah.

Bullet Train menceritakan bagaimana Lady Bug (Brad Pitt), seorang pembunuh bayaran yang ingin pensiun menerima pekerjaan terakhir untuk mencuri sebuah koper yang dibawa salah seorang penumpang shinkansen Tokyo-Kyoto. Tak disangka-sangka pekerjaan yang dikiranya mudah ini malah mempertemukannya dengan pembunuh-pembunuh lainnya yang ternyata saling berkaitan. Kenapa atau siapa yang menyebabkan para pembunuh itu bisa muncul di dalam kereta yang sama merupakan tema utama dalam film ini yang sedikit demi sedikit akan dijelaskan kepada para Gwiple dan tentunya ada beberapa plot twist yang menarik.

Bullet Train selain penuh warna-warni neon sudah pasti banyak aksi dan dark comedy (kebanyakan menyangkut kematian) yang membuat film ini menjadi asik. Banyak adegan sadis khas Deadpool yang tidak cocok untuk anak-anak (inget ini ya Gwiple yang berpikir mau bawa anak-anaknya menonton). Namun Bullet Train tidaklah mementingkan logika dan rasionalitas, bayangkan saja banyak kaca pecah, darah dan ribut-ribut di dalam shinkansen namun tidak ada perhatian dari crew kereta, penumpang umum maupun otoritas Jepang.

Karakter-karakter di film ini jumlahnya cukup banyak dan bervariasi; ada Kimura (Andrew Koji) yang merasa tidak berguna; sementara ayahnya Kimura yaitu Elder (Hiroyuki Sanada) sangat mementingkan keluarga dan ingin membunuh White Death (Michael Shannon), seorang pemimpin Yakuza yang membantai istrinya Elder. Ada pembunuh kembar Tangerine (Aaron Taylor Johnson) dan Lemon (Brian Tyree Henry). Ada Prince (Joey King), yang ingin membuktikan kepada ayahnya bahwa dia lebih berguna daripada saudaranya; Prince bergaya seperti gadis SMU mungkin sebagai gambaran fetish bagaimana image siswi Jepang itu digilai oleh sebagian cowok-cowok . Tanpa membutuhkan background story yang terlalu panjang, Gwiple dapat mengerti setiap karakter yang ada di film ini.

Perlu diketahui bahwa TUMI dan Police merupakan sponsor utama Bullet Train sehingga jangan heran bila kedua produk ini (terutama koper TUMI 19 Degree Aluminum Briefcase) banyak dilihat oleh Gwiple.
Dengan durasi sekitar 2 jam, awalnya film ini memang banyak dialog namun sedikit demi sedikit plot cerita semakin jelas apalagi ditambah aksi yang seru dan humor yang lucu jelas film ini patut jadi prioritas menonton Gwiple.

Trending

Exit mobile version