TV & Movies

Review Film Blair Witch (2016), Sekuel Modern tapi tidak sesempurna Prekuelnya

Published

on

GwiGwi.com – Film The Blair Witch Project yang dirilis pada tahun 1999 memberikan kesan horror yang unik karena bersifat dokumenter yang dibuat begitu natural dan realistis sehingga memberikan suatu pemikiran bahwa film tersebut adalah suatu rekaman asli, terlebih dengan adanya suatu dokumenter singkat berjudul Curse of the Blair Witch semakin mendukung bahwa rekaman di film tersebut asli serta apa yang dialami para pemeran di film tersebut benar benar terjadi.

Blair Witch ( 2016 ) merupakan sekuel dari film The Blair Witch Project ( 1999 ), memang diantara 2 film ini terdapat film dengan penggunaan kata ” Blair Witch ” yaitu Book of Shadows : Blair Witch 2 tapi film tersebut jauh dari kata sekuel bahkan film tersebut merupakan suatu kegagalan yang besar sementara yang diulas sekarang adalah sekuel dari film pertamanya yang secara memberikan beragam jawaban dari beragam pertanyaan yang ada di film The Blair Witch Project

Blair Witch mengambil jalan cerita dua puluh tahun setelah film pertamanya (The Blair Witch Project) yang dimana menceritakan James (James Allen McCune) menemukan sebuah video dari internet yang berisikan suatu rekaman yang berhubungan dengan apa yang terjadi dengan kakaknya (Heather Donahue) dan dari video itulah James berkesimpulan bahwa sang kakak masih hidup. James pergi ke lokasi dimana sang kakak hilang yaitu hutan Black Hills, Burkitsville, Maryland dengan mengajak teman temannya yaitu  Lisa (Callie Hernandez), Peter (Brendan Scott) dan Ashley (Corbin Reid). sesampainya mereka berempat di lokasi tujuan, mereka bertemu dengan Lane (Wes Robinson) dan Talia (Valorie Curry) yang memperkenalkan diri sebagai warga lokal. berbekal beragam alat dokumentasi, mereka ” mengulang ” menjelajahi hutan Black Hills untuk mencari Heather serta mengetahui kebenaran dari legenda penyihir Blair namun mereka disambut oleh beragam fenomena mistik semenjak mereka memasuki hutan tersebut.

Film ini masih menggunakan sisi memunculkan beragam fenomena mistik hingga suara suara yang tidak diketahui asalnya, cuma suara suara tersebut terkesan terlalu berisik dan juga film ini menambahkan sesi jumpscare yang mungkin adalah suatu tren tersendiri untuk sebuah film horror di era saat ini.sama halnya dengan film pertamanya, Blair Witch tidak memunculkan suatu eksistensi yang mendukung betapa horrornya film ini tapi tetap pada situasi dan kondisi sekitar hutan tersebut sehingga memunculkan perasaan was was tersendiri.

Walaupun film ini masih mengandalkan cara pengambilan gambar dari sisi orang pertama atau berupa dokumentasi selayaknya yang menjadi sisi menarik di film pertama, film ini tidak lagi berkualitas buram, hitam putih seperti film pertamanya namun menyajikan pengambilan gambar yang berwarna dan memang alat yang digunakan untuk merekam sudah modern tapi dibalik peningkatan kualitas gambarnya, mungkin penonton akan terasa terganggu dengan cara pengambilannya yang terkesan penuh dengan shacky cam.

Blair Witch memang sekuel yang pas serta berisikan beragam teori teori hingga memunculkan berbagai macam jawaban dari pertanyaan yang tertinggal di film pertamanya tapi sayangnya belum sesempurna dari segi horrornya, hal tersebut dikarenakan sisi horrornya lebih didukung dengan penyajian suara yang besar hingga penambahan sisi jumpscare tapi film ini masih memunculkan beragam fenomena mistik untuk kembali mendukung sisi keseraman film ini. Film ini jelas lebih memfokuskan untuk memberikan menakut nakuti penontonnya dibanding memberikan kesan horror klasiknya seperti film pertamanya.

Trending

Exit mobile version