TV & Movies
Review Film Barbie The Movie, Krisis Eksistensial Sebuah Produk
www.gwigwi.com – Barbie adalah boneka ikonik yang sudah puluhan tahun menjadi mainan kesukaan sebagian besar anak-anak akhirnya akan muncul di layar-layar bioskop dunia (kecuali Vietnam, yang memprotes peta laut China Selatan dalam film tersebut). Film produksi Warner Bros dan disutradarai Greta Gerwig ini menceritakan tentang salah satu boneka Barbie (Margot Robbie) yang tiba-tiba mengalami krisis eksistensial mengenai hidup dan perannya di dunia Barbie. Ternyata krisis yang dialaminya berhubungan erat dengan kehidupan yang dialami pemiliknya, Gloria (America Ferrera). Maka dimulailah perjalanan Barbie dan Ken (Ryan Gosling) menuju dunia nyata (yang ternyata seperti road trip biasa).
Di dunia nyata Barbie dan Ken mempelajari banyak hal mengenai feminism dan patriarki dan pengetahuan tersebut membuat perubahan besar bagi Barbie Land. Dimulailah perseteruan antara dua ideologi yang berseberangan ini yang mengancam keseimbangan Barbie Land. Bagaimana Barbie dapat menyelesaikan permasalahan ini dan apakah ia berhasil menemukan tujuan dari eksistensinya di dunia ini? Semuanya dapat Gwiple saksikan di Barbie The Movie yang tayang mulai 19 Juli 2023.
Satu hal yang paling menarik dari film ini adalah penggambaran kehidupan di Barbie Land yang berisi prop rumah-rumahan, kendaraan, pakaian bahkan alamnya yang terlihat warna warni dan sangat plastik sekali sehingga gwiple merasa benar-benar ada di dunia Barbie. Untuk plotnya sendiri terasa banyak pesan yang ingin disampaikan seperti feminism, patriarki, pencarian jati diri, dan kemunafikan korporasi yang memanfaatkan ideologi untuk menjual produk-produknya. Pesan-pesan yang campur aduk ini dapat dirasakan terlalu berat dan memusingkan bagi sebagian penonton apalagi penyelesaiannya terasa masih menggantung.
Hal lain yang mungkin menyebalkan adalah tidak dimasukkannya lagu klasik “Barbie Girl” nya Aqua ke jajaran soundtrack film ini karena Mattel sempat menuntut Aqua dan MCA record karena pelanggaran copyright dan menseksualisasi Barbie. Namun Mattel menjilat ludahnya sendiri dengan memilih Nicki Minaj-Ice Spice yang jelas-jelas berpenampilan vulgar dengan MV Barbie World yang juga vulgar dan menonjolkan seksualitas (yang ironinya ada sampling lagu Barbie Girl) sebagai sound track film Barbie The Movie. Ya inilah salah satu contoh gamblang kemunafikan korporasi yang di highlight dalam film. Apakah ini disengaja oleh Mattel dan Warner? Hanya para eksekutif di dua perusahaan itu yang tahu jawabannya.
Overall, Barbie: The Movie ini dapat dinikmati Gwiple dengan pikiran yang terbuka/open minded karena film ini tidaklah selalu haha hihi dan Gwiple perlu dapat mengolah pesan-pesan yang diutarakan dalam film tersebut.