Box Office
Review Film Ant-Man (2015) Superhero Tidak Harus Besar
GwiGwi.com – Para penggila Marvel akhirnya kembali dibuat ‘hidup'. Setelah puasa sejak perilisan Avengers 2, kini diakhir bulan puasa ANT-MAN mengunjungi bioskop tanah air. Sejujurnya film ini bukan film yang ditunggu paska Avengers 2, namun semua itu salah setelah menyaksikan film yang masih dalam cerita Marvel Cinematic Universe (MCU).
Film ini menyajikan keunikan sendiri, mulai dari aksi menegangkan, humor yang membuat tawa, kasih sayang keluarga hingga persoalan keluarga. Gaya humor Ant-man mengingatkan kita kembali akan film Guardian of the Galaxy dengan Chris Prat yang memimpin tim ini. Namun Ant-man akan menyajikan lebih dari GotG, dengan cerita baru yang menyegarkan dari seri MCU sebelumnya yang berasa itu-itu saja.
Peyton Reed ditunjuk untuk memimpin film superhero berdurasi dua jam ini. Bercerita superhero dengan ukuran super mini, ya sesuai namanya, ukuran Scott Lang (Paul Rudd) sang terpilih akan menjadi kecil seukuran semut. Bagaimana Scott bisa menjadi sang superheru merupakan akibat kecelakaan yang telah direncanakan Hank Pym yang telah meliriknya sejak dipenjara.
Scott merupakan seorang perampok cerdas lulusan teknik elektronik yang masuk penjara karena ulahnya. Setelah bebas dari penjara dia bertekad untuk dapat hidup normal sehingga bisa menyenangkan anak perempuannya yang kini telah menjadi putri dari ayah angkat yang merupakan seorang polisi yang suka berurusan dengan kejahatan Scott. Namun niat baiknya tidak bisa menjamin kehidupannya, sekeluar dari penjara Scott bergaul bersama teman yang ditemui dari penjara. Lagi, Scott diajak untuk berbuat kejahatan untuk merampok rumah doktor Hank Pym (Michael Douglas) yang mana sudah diatur oleh doktor.
Doktor Hank Pym merupakan seorang penemu formula Pym Particle yang memampukan benda dan makhluk hidup menyusut dan membesar ukurannya seketika. Bisa dibilang sebenarnya Hank lah sang Ant-Man pertama bersama istrinya seperti yang diceritakan dalam salah satu scene. Hank tau akan bahaya yang ditimbulkan jika penemuannya ini jauh ketangan yang salah Ia mundur ketika tahu S.H.I.E.L.D. (organisasi keamanan yang menaungi para superhero di Marvel Cinematic Unverse) hendak meniru dan memperbanyak Pym Particle.
Setelah keluar dari perusahaannya sendiri, Hank kembali dikejutkan dengan panggilan Darren Cross (Corey Stoll) yang merupakan mantan rekan kerja Hank yang kini ingin menduplikasi Pym Particle. Cross berhasil membuat armor canggih yang bisa dikecilkan menjadi ukuran mini, namun proses penelitian Cross belum bisa dikatakan berhasil, karena belum diuji coba kepada mahluk hidup. Hank menjadi panik karena tidak menyangkan penemuannya bisa ada menandingin dan mengkhawatirkan jika penemuannya ini akan dijual kepada orang jahat. Itulah alasan Hank merekrut Scott untuk melatihanya menjadi seorang Ant-Man yang luar biasa.
Adegan Scott menjadi kecil untuk pertama kali menjadi adegan yang sangat keren. Dengan memanfaatkan teknik foto makro untuk objek mini, seolah-olah semua benda menjadi besar dan Scott menjadi kecil. Uniknya lagi ketika Scott bertemu kawanan semut yang sudah diperintah untuk membebaskan dirinya dari penjara.
Aksi perubahan scott dari kecil ke besar dan sebaliknya sangat baik disajikan dengan teknik stop motion. Pengalaman berbeda disajikan di dunia mini Ant-Man. Beberapa adegan keren, ketika Scott memanfaatkan semut untuk dapat berselancar didalam pipa saluran air, kemudian adegan terbang bersama kawanan semut dan adegan latihnnya bersama semut-semut membuat film ini menjadi lebih seru.
Pertarungan final yang disajikan pun menarik. Pertarungan seru dengan aksi laser yang ditembakkan kemudian mengeluarkan api dalam sudut pandang Ant-Man berwujud mini layaknya pertarungan superhero Marvel lainnya. Namun yang berbeda jika sudut pandang diambil dari sisi manusia melihat, pertarungan tersebut seperti tidak ada. Sajian lucu dan mengundang tawa juga seringkali disajikan baik diberbagai scene, sehingga para penonton tidak akan dibuat tegang dengan tensi aksi yang tinggi.
Tokoh-tokoh pendukung seperti Hope (Evangeline Lilly) yang tangguh, Luis (Michael Peña) yang kocak, sampai putri Scott, Cassie (Abby Ryder Forston) yang menggemaskan juga berhasil memberi kesan yang cukup kuat. Seperti film Marvel kebanyakan, kisah yang simpatik juga ada dalam film ini, mungkin karena Scott merupakan satu-satunya superhero MCU yang memiliki anak yang masih hidup, kisah keduanya membuat film menjadi sedikit berbeda. Kisah Hank dan Hope juga menjadi cerita tersendiri yang menambah drama film ini.
Film ini juga menyuguhkan happy ending disetiap karakter yang ada. Dengan timing yang pas antara unsur komedi, action, dan dramanya, Ant-Man tetap sebuah film yang berhasil memperkenalkan dengan baik siapa sosok Ant-Man itu. Bukan menjadikan kemampuan Ant-Man bahan tertawaan, tetapi justru menanamkan ide bahwa ia adalah superhero yang luar biasa.