Film Anime

Review Film Anime ‘A Whisker Away,’ Kisah Seorang Gadis Remaja yang Ingin Menjadi Kucing

Published

on

GwiGwi.com – Sudah lama tidak melihat film anime yang tayang belakangan ini, tapi jangan khawatir Netflix merilis anime yang baru saja rilis di tanggal 18 Juni 2020 yaitu A Whisker Away,” (Nakitai Watashi wa Neko o Kaburu 泣きたい私は猫をかぶる, lit. “Wanting to Cry, I Pretend to Be a Cat”), sebuah film anime yang tayang di Netflix akibat pandemi COVID-19 yang membatalkan penayangan di bioskop.

A Whisker Away mengisahkan seorang gadis SMP bernama Miyo yang menyukai teman lelakinya, Hinode.

Namun cintanya terhadap Hinode ternyata bertepuk sebelah tangan saat berada di sekolah, sehingga terkadang ia mengubah dirinya menjadi kucing saat Hinode sedang berada di rumah.

Diketahui bahwa kehidupan sehari-hari Hinode pun dihabiskan dengan belajar membuat tembikar bersama kakeknya di dalam studio di belakang rumahnya. Saat itulah Miyo mengenakan topeng kucing yang dimilikinya dan berubahlah ia menkadi kucing kecil berwarna putih dan bermata biru.

Karena dipikirnya kucing itu nyasar atau tersesat, Hinode menamai kucing Ini dengan nama Taro, hewan peliharaan kesayangannya yang telah lama meninggal.

Disinilah Miyo merasa damai ketika menjadi kucing, bisa dipeluk, diperhatikan dan disayang oleh orang yang ia sukai.

Kadang Hinode suka mengajaknya berbicara dan berkeluh kesah tentang masalah yang ia hadapi sehari-hari.

Anime yang disutradarai oleh Junichi Satoh dan Tomotaka Shibayama ini sekilas mengingatkan kita pada “The Cat Returns” (2002), dipadukan sedikit dengan “My Neighbour Totoro” (1988), yang keduanya dibuat oleh Studio Ghibli.

Secara implisit film Ini menggambarkan manusia yang ingin mencari rasa nyaman dalam lingkungan yang ia tempati, dan itulah yang dilakukan oleh Miyo yaitu Ingin menjadi seekor kucing.

Tanpa pikir panjang, ia tergoda untuk dekat dengan orang yang ia cintai sepanjang hari, walaupun dalam wujud kucing.

Tapi setelah disadari, ia malah menyesali pilihannya tersebut dan malah ingin kembali ke wujud manusianya.

Tindakan gegabah seperti itu memang lazim dialami remaja yang kadang bertindak di luar logika dan mementingkan perasaannya ketimbang lingkungan di sekitarnya.

Miyo tak melihat kalau orang tuanya masih menyayangi dia, begitu pun dengan teman dekatnya dari kecil, Yoriko yang selalu bersamanya sepulang sekolah.

A Whisker Away” jelas memberikan pelajaran tentang cinta dan pilihan hidup, kisahnya sendiri seperti membaca komik shoujo yang dipadukan dengan mitologi fantasi yang berjalan beriringan di dunia kita.

Walaupun sebenarnya, topeng itu hanyalah sebuah metafora dari identitas diri yang sangat lekat dalam diri seorang remaja.

Trending

Exit mobile version