TV & Movies
Review Film 22 Menit, Film yang diangkat dari kisah Teror Bom Thamrin dari berbagai sudut pandang
GwiGwi.com – Setiap manusia memiliki cerita untuk disampaikan,namun tidak hanya manusia saja bahkan suatu kota sebesar ibukota suatu negara juga memiliki cerita dari suatu peristiwa.Film 22 Menit adalah film yang terinspirasi dari sautu kejadian teror bom yang terjadi di Thamrin pada 14 Januari 2016 dan melalui film ini, salahs atu cerita yang pernah terjadi di Jakarta disampaikan.
Jakarta, merupakan salah satu kota yang dikenal dengan aktivitas masyarakatnya yang sibuk dan ramai.semangat dan senyuman menjadi suatu deskripsi singkat bagaimana memulai aktivitas di pagi hari,namun di suatu pagi di bulan Januari 2016, kota Jakarta mengalami peristiwa teror bom yang membuat seakan kota Jakarta “berteriak” dan kepolisian tidak tinggal diam dan berusaha mencari dalang serta mengatasi kepanikan akibat peristiwa tersebut.
Jalan cerita dari film garapan Eugene Panji dan Myrna Paramita ini bersifat alur maju mundur dan cukup simpel yang dimana difokuskan pada rangkaian peristiwa sebelum ledakan bom terjadi hingga bagaimana pihak kepolisian mengatasi serta melumpuhkan para tersangka tapi bagaimana jalan cerita ini disampaikan masing masing melalui berbagai sudut pandang yang berbeda dari para karakter yang ada di film ini yang diberikan bagaimana mengawali pagi hari seperti bagaimana biasanya hingga secara membuat mereka terkumpul di tempat dimana bom meledak.Film ini memiliki komposisi laga yang cukup menegangkan dengan dukungan scoring yang cukup baik, penonton akan dibuat kagum dengan gambaran bagaimana pihak kepolisian dan beragam instansi disaat teror bom ini terjadi.Sayangnya film ini memiliki sektor drama cerita yang kurang kuat dan kurang digalinya beberapa karakter karena apabila mungkin agak digali ada kemungkinan menyulut perasaan dikarenakan konflik yang dihadapi karakter di film ini disamping efek teror bom.
Empat sudut pandang berbeda dari empat karakter di film inilah yang menjadi daya tarik tersendiri tentang bagaimana film ini membangun jalan cerita yang cukup emosional.empat karakter tersebut juga memiliki latar belakang yang berbeda seperti Ardi (Ario Bayu) yang merupakan figur ayah dan seorang anggota kepolisian unit anti terorisme, seorang polisi lalu lintas bernama Firman (Ade Firman Hakin), seorang office boy bernama Anas (Ence Bagus) dan seorang Karyawati bernama Dessy (Ardina Rasti).Pembawaan para karakter cukup baik bagaimana menggambarkan dikala menghadapi kondisi teror bom yang telah terjadi.
Setiap kejadian atau peristiwa adalah suatu sejarah tersendiri,terlebih peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang tidak diinginkan disaat jam kerja di kota sebesar Jakarta.melalui film 22 Menit, salah satu peristiwa teror bom yang meneror Indonesia diceritakan yang terinspirasi dari teror bom di Thamrin .Dengan pembawaan cerita yang bersifat maju mundur yang terasa bagus untuk membawakan suatu kronologi disaat sebelum dan sesudah ledakan bom terjadi,terlebih dengan dukungan sudut pandang yang berbeda beda dari pihak kepolisian hingga pekerja/masyarakat Jakarta.Film ini juga sarat akan aksi yang baik dan natural dan tidak lupa dengan dukungan scoring yang epik namun film ini memiliki kekurangan bagaimana penyampaian drama yang akan memainkan rasa emosional terhadap salah satu karakter.