Gaming

Review Game Corpse Party: Blood Drive

Published

on

GwiGwi.com – Pada tanggal 13 Oktober 2015, para pecinta game horor dapat kembali merasakan merinding dengan seri terbaru dari serial Corpse Party, yaitu Corpse Party: Blood Drive. Corpse Party: Blood Drive merupakan seri ketiga dan terakhir dari saga Heavenly Host Elementary School yang dirilis untuk Konsol Portabel Playstation Vita. Pada seri ini Ayumi Shinozaki beserta karakter-karakter lainnya kembali ke dimensi Sekolah Heavenly Host untuk kepentingan masing-masing karakter yang berbeda-beda.

Engine


Terdapat perbedaan mencolok dari Corpse Party: Blood Drive dengan seri-seri sebelumnya. Pada seri ini, sprite yang digunakan adalah sprite 3D dengan engine unity sehingga membuat player dapat lebih merasanakan suasana dan kebrutalan dari dimensi Sekolah Heavenly Host. Walaupun begitu, sprite 3D yang digunakan dalam game ini membawa banyak dampak samping yang akan membuat  player sedikit kesal pada saat memainkan game. Framerate dari game Corpse Party: Blood Drive bisa dibilang cukup rendah sehingga player dapat merasakan patah-patah pada saat berjalan dan freeze pada keadaan tertentu. Waktu loading antara area dan saat player mengeluarkan menu game juga sangat lambat sehingga dapat membuat player sangat jenuh menunggu sambil melihat loading screen yang menurut saya kurang menarik dan terlalu simpel. Selain itu audio dari game ini juga bermasalah, terlebih pada saat chapter-chapter awal. Pada saat karakter sedang berbicara, ada kemungkinan bahwa suara karakter tersebut hanya muncul dari salah satu speaker kanan atau kiri saja, bahkan kadang suara dari karakter tersebut sangat kecil sehingga sulit untuk didengar. Pada bagian ini, saya cukup kecewa dengan banyaknya bug yang ada sehingga dapat membuat player merasa risih pada saat berusaha untuk menyelesaikan game ini.

Gameplay


Gameplay dari Corpse Party: Blood Drive lebih variatif bila dibandingkan seri-seri sebelumnya. Pada seri ini selain dikejar-kejar oleh arwah, player juga akan mendapatkan game over jika menginjak berbagai rintangan yang ada terlalu sering seperti benda-benda tajam yang berserakan di lantai dan juga tentakel-tentakel yang entah kenapa tersebar di dimensi sekolah Heavenly Host. Arwah-arwah dan rintangan tersebut akan membuat player kesusahan dalam mencari item-item dan berpindah area untuk menyelesaikan chapter-chapter yang ada. Menurut saya tingkat kesulitan game ini cukup tinggi dan akan memakan waktu cukup banyak untuk menyelesaikan game ini bila tidak melihat Walkthrough yang ada, terlebih lagi karena waktu Loading dari game ini cukup lama.

Story


Seperti seri-seri sebelumnya, Corpse Party: Blood Drive tetap memberikan player rasa merinding pada saat membaca story-nya. Ruang lingkup story dari Corpse Party: Blood Drive jauh lebih besar bila dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya.  Bila pada seri sebelumnya kebanyakan hanya bermain-main pada ruang lingkup dimensi sekolah Heavenly Host, pada game Corpse Party: Blood Drive ruang lingkup dari story-nya sudah mencapai dimensi orang normal. Banyak karakter baru yang merupakan karakter-karakter yang sudah berpengalaman dalam bidang spiritual muncul di seri ini. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ada pada saat menyelesaikan seri-seri sebelumnya akan terjawab semua pada seri ini. Selain itu terdapat juga Extra Chapter yang berisikan tentang side story dari beberapa karakter yang ada. Walaupun menurut saya story dari seri-seri sebelumnya lebih meneggangkan dan membuat merinding dari seri ini, saya dapat mengatakan bahwa Corpse Party: Blood Drive tetap dapat membuat anda tegang, merinding, dan mungkin akan membuat anda takut untuk ke toilet pada tengah malam.

Conclusion


Walaupun banyak kekurangan yang terutama terletak pada sisi engine menurut saya game ini tetap worth untuk dibeli dan direkomendasikan terutama kepada player yang sudah bermain seri-seri sebelumnya karena story-nya yang ditulis sangat baik serta teriakan dari pengisi suara yang sangat menjiwai karakter-karakter yang mereka mainkan.

Trending

Exit mobile version