Berita Anime & Manga
Review Anime The Vermilion Mask: Ketika Topeng Terkutuk Menjadi Kutukan dan Kekuatan!
The Vermilion Mask atau Aka no Kamen merupakan serial anime aksi-fantasi bernuansa dark yang disutradarai Tetsuaki Watanabe. Anime yang digarap oleh Studio One Double-0 ini menyajikan kisah perjalanan Peru (disuarakan oleh Taihi Kimura), seorang pemuda yang ahli membuat aneka jenis topeng dan memiliki misi menghancurkan topeng-topeng yang pernah dibuat oleh gurunya dan sekarang keberadaannya tersebar di berbagai tempat.
Dipenuhi amarah dan rasa haus akan keadilan, Peru mengenakan topeng terkutuk Vermillion Mask—yang memberinya kekuatan supernatural dahsyat namun perlahan mengikis kemanusiaannya. Dalam perjalanannya menuntut balas, Peru bertemu dengan Sona (disuarakan oleh Yuuki Yamamoto), seorang gadis putri kerajaan yang ayahnya dikudeta dan sekarang ingin membalas dendam pada kelompok pelaku kudeta.
Review Anime The Vermilion Mask: Ketika Topeng Terkutuk Menjadi Kutukan Dan Kekuatan!
Bagaimanakah takdir akan membawa langkah Peru dan Sona di tengah kepungan musuh dan rahasia besar di balik Vermillion Mask yang dibuat oleh gurunya? Para Gwiple dapat mengetahui jawabannya secara langsung di platform streaming kesayangan masing-masing. Serial ini tidak hanya menawarkan visual yang memukau mata, tetapi juga jajaran lagu tema yang siap membakar semangat penontonnya. Opening Vermillion Mask yang berjudul “Firestarter” dinyanyikan oleh grup rock terkenal Man With A Mission dengan penuh semangat yang menggebu-gebu. Sedangkan pada bagian ending, lagu berjudul 「Koe」 dibawakan dengan sangat apik dan melankolis oleh grup musik Yutori, memberikan kesan mendalam setelah episode selesai ditayangkan.
Sutradara Tetsuaki Watanabe mengemas alur cerita anime ini dengan tempo yang sangat pas, menyelipkan kilas balik masa lalu Peru dan Sona di dalam plot utama tanpa pernah terasa mengganggu kenyamanan alur cerita. Akting suara Kaito Ishikawa amatlah memukau dalam memperlihatkan pergeseran ekspresi Peru dari seorang pemuda biasa yang konyol menjadi sosok pembantai tanpa ampun yang dipenuhi adrenalin dendam kesumat. Sementara itu, Yuuki Yamamoto berhasil menampilkan karakter Sona secara prima sebagai mantan putri raja yang bertekad kuat untuk menghukum orang-orang yang telah mengkudeta keluarganya.