Berita Anime & Manga
Review Anime Kantai Collection Episode 11
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk![/alert-warning]
GwiGwi.com – Akhirnya, bagian yang penulis tunggu-tunggu…Battle of Midway! Pertempuran Midway! Hah? Kenapa kalian bilang? Ayolah, pertempuran yang dianggap terbesar di Teater Pasifik Perang Dunia 2 karena merupakan benturan dua kekuatan armada aircraft carrier terbesar, sekaligus menjadi salah satu titik balik Teater Pasifik karena kekalahan besar Jepang dalam pertempuran tersebut (Jepang kehilangan empat aircraft carrier terbaiknya, dibandingkan Amerika yang hanya kehilangan satu dari tiga aircaft carriernya), masa tidak pantas dinanti-nanti? Yah, setidaknya oleh yang sedikit mengerti sejarahnya dan KanColle-nya….
Yah, cukup deh basa-basinya. Ayo kita lihat isi episode yang dibuka dengan mimpi yang dialami Akagi sehari sebelum Operasi MI (sebutan yang diberikan Jepang terhadap penyerangan mereka ke pulau Midway). Dalam mimpi itu, dia melihat bagaimana dia tidak berhasil menyelamatkan Kaga dari gempuran kekuatan udara lawan saat mereka melaksanakan Operasi MI (Kaga adalah yang pertama tenggelam di antara keempat aircraft carrier Jepang yang menjadi kekuatan utama Jepang dalam Pertempuran Midway), bagaimana kekuatan udara lawan sebegitu dahsyatnya tidak ada kapal pengawal mereka yang sanggup membantu menolong dengan tembakan anti udara mereka, dan bagaimana Akagi yang sudah terlanjur rusak parah meminta agar dirinya discuttle (ditenggelamkan oleh kapal sesama armadanya dengan tujuan untuk tidak jatuh ke tangan musuh yang berpotensi memberikan keuntungan strategis yang lebih ke musuh karena bisa membiarkan mereka meneliti seluk-beluk kapal tersebut[ sejarahnya Akagi discuttle oleh kedua destroyer pengawalnya, salah satunya yang sudah ada di game dan ditunjukkan juga dalam mimpi Akagi adalah Maikaze]).
Untungnya itu hanya mimpi, bukan-atau belum jadi-kenyataan. Akagi yang terpikir soal mimpinya ini mendatangi Nagato untuk mengajukan sesuatu. Dia meminta untuk melihat dahulu siapa saja yang akan dikirim ke Operasi MI-dan ternyata semuanya sesuai dengan di mimpinya, karena itu dia meminta sesuatu.
Sepertinya Akagi meminta untuk mengganti para ship girls yang akan mengawal Akagi, Kaga, Souryuu, dan Hiryuu (Nagato sebenarnya juga ingin mengirimkan Shoukaku dan Zuikaku tapi sayangnya waktu perbaikan mereka tidak akan sempat selesai sampai waktunya operasi dilaksanakan) karena posisi Haruna dan Kirishima digantikan oleh Kongou dan Hiei yang tadinya diletakkan di armada pendukung, Kitakami dan Ooi yang tadinya akan dikirimkan sebagai bagian dari armada pendukung sekarang dikirim terpisah-Kitakami di armada pendukung sementara Ooi akan dikirim bersam armada utama. Bersama Kitakami, yang menggantikan posisi keempat destroyer yang harusnya mengawal armada Operasi MI adalah Tone, Chikuma, Yuudachi, dan Fubuki (Yuudachi dan Fubuki dari awal memang sudah akan dikirim ke Midway jadi mereka tidak digantikan). Armada utama yang dikirim dari Pulau Truk dan dipimpin oleh Yamato sekarang jadi terdiri atas Haruna, Kirishima, dan Ooi. Selain itu, ada armada yang dikirim ke Operasi AL yang adalah sebuah operasi pengalih perhatian musuh. Mereka akan menyerang markas AL (markas lain musuh, di dunia nyata ini adalah Kepulauan Aleut) dan terdiri atas light carrier Ryuujou dan Jun'you, heavy cruiser Nachi, light cruiser Kuma dan Tama, serta keempat Destroyer Division 6 (Akatsuki, Hibiki, Ikazuchi, dan Inazuma).
Alasan Nagato melakukan penggantian ini karena perkataan Akagi. Dia berkata bagaimana dia selalu merasa ada “bisikan” yang menariknya untuk mengulangi sesuatu yang pernah terjadi (mengacu kepada mimpinya dan secara tidak langsung kepada bagaimana hasil dari Pertempuran Midway di dunia nyata walau dia jelas tidak sadar akan ini). Dia menggambarkannya seperti sungai yang menyapu mereka. Kuk yang menarik mereka ke sebuah takdir. Walau itu mungkin hanya imajinasinya, tapi jika itu nyata maka dia ingin melawannya-melawan takdir.
Nagato, setelah mendengar ini, terpikir akan keputusan yang telah dia ambil sebelumnya menyoal operasi ini. Setelah mengumumkan susuan armada untuk operasi tersebut, dia membicarakannya dengan Mutsu. Dia menyatakan bagaimana dia memutuskan kode untuk operasi MI dalam pesan militer mereka sebagai “AF” adalah datang begitu saja di benaknya-seakan dia sudah tau dari awal. Dia juga menyatakan perasaannya untuk mereka harus bisa mencapai markas MI bagaimanapun caranya, seakan ada sesuatu yang memaksa mereka untuk ke sana. Dia bertanya-tanya, kenapa mereka-para ship girls-ada di dunia?
Hari dilaksanakannya operasi tiba, dan semua ship girls yang ditugaskan sudah berangkat. Ada satu yang menarik sih. Nachi tampak dititipkan sebuah pesan berisi perintah lanjutan dari misi mereka, yang hanya boleh dibuka setelah mereka sampai di tempat tujuan.
Selain itu, awalnya saat penulis melihat adegan berangkatnya Yamato dari Pulau Truk saya ingin menunjukkannya di sini untuk sedikit bumbu pelucu tapi adegan berikutnya lebih menarik buat saya sehingga saya putuskan untuk menjadikan adegan Yamato sebagai featured image postingan ini. Adegan yang saya maksud adalah ini. Siapa dia? Banyak yang bilang dia armored aircraft carrier Taihou tapi tampaknya kita harus menunggu di episdoe depan untuk mengetahui kebenarannya.
Armada Akagi dan yang lainnya telah sampai di tempat di mana mereka harusnya sudah bertemu dengan armada Yamato, tapi tidak ada tanda-tanda dari Yamato dan kelompok yang pergi ke Pulau Truk setelah mereka menunggu beberapa lama. Kaga mengusulkan agar mereka maju lebih dahulu sembari meninggalkan sebagian dari mereka di tempat bertemu tersebut untuk menunggu Yamato, karena jika mereka diam lebih lama lagi dikhawatirkan pesawat lawan akan menemukan mereka duluan. Akhirnya Akagi memutuskan demikian, dengan Fubuki dan Kongou yang akan menunggu kedatangan armada Yamato di tempat tersebut (walau Fubuki sempat protes karena posisinya sebagai kapal pengawal Akagi). Sebagai tambahan, mereka dalam kondisi mematikan komunikasi radio mereka agar tidak tersadap musuh sehingga mereka tidak bisa melaporkan hal tersebut ke markas distrik.
Akagi, Kaga, Souryuu, Hiryuu, Tone, dan Chikuma telah mendekati markas MI sampai ke jarak yang mampu dicapai pesawat bomber mereka. Pesawat pengintai Chikuma melaporkan…keberadaan Airfield Princess di MI!?
Lagi berdasarkan usulan Kaga, Akagi memerintahkan para aircraft carrier untuk memborbardir Airfield Princess karena dia tidak mungkin bisa bereaksi cukup cepat terhadap serangan kejutan tersebut, dan juga agar saat armada Yamao sampai mereka tidak perlu direpotkan lagi oleh Airfield Princess. Serangan mereka berhasil, Airfield Princess rusak parah dan hanya butuh satu gelombang serangan udara lagi untuk menghancurkannya secara total.
Mereka mungkin berhasil dalam menghancurkan markas MI (berkebalikan dengan sejarah), tapi sayang ternyata mereka telah terjebak oleh lawan. Kekuatan udara para abyssal tampaknya telah dipindahkan ke tempat lain di dekat area tersebut, dan dengan Akagi dan lainnya menyerang markas MI mereka telah menunjukkan lokasi mereka kepada lawan-tanpa mereka sadari.
Sementara itu Fubuki dan Kongou masih menunggu armada Yamato yang tak kunjung datang. Fubuki sepertinya kembali merasakan perasaan tidak enaknya yang dirasakan dulu saat mereka melakukan operasi MO-bahkan menurutnya perasaan ini lebih buruk lagi. Ya, seperti dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada Zuikaku dan Shoukaku dulu di operasi MO, dia juga merasa bahwa armada Akagi yang telah maju terlebih dahulu akan mengalami sesuatu yang buruk pula (Fubuki confirmed an oracle, keputusan admiral untuk membawanya ke markas distrik ternyata sebenarnya karena ini :v).
Dan memang, armada Akagi sudah diserang habis-habisan oleh kekuatan udara musuh. Kaga dan Akagi mengalami kerusakan yang tidak memungkinkan mereka untuk menerbangkan pesawat mereka. Kitakami somehow ditunjukkan “implied death” (saya kasihan kalau dia benar-benar tenggelam karena sejarahnya dia salah satu kapal perang Jepang yang tidak tenggelam sampai Perang Dunia 2 berakhir). Episode ini bahkan ditutup dengan Akagi akan menerima bom dari dive bomber lawan. Akagi tenggelam.
Atau akankah dia tenggelam? Jangan sedih, kami akhiri episode ini dengan layar gelas dan suara Fubuki yang meneriakkan “Akagi-SENPAI!!!”. Yeah, what a way to end an episode….
BONUS:
[youtube id=”-HD3_GROOTo” width=”600″ height=”340″ position=”center”]