Daftar Anime
Review Anime 86: Kisah Perang Yang Membuatmu Berpikir Keras
Gwigwi.com – Saat anime ini pertama kali muncul, netizen Indonesia banyak yang memplesetkan judulnya dengan program kriminal yang cukup populer. Terlepas dari lelucon tersebut, anime original buatan A1 Picture ini cukup memberikan pandangan penonton akan sebuah peperangan. Penindasan yang sistematis, kekejaman perang, hingga banyaknya orang yang mengabaikan masalah di dunia perang.
Anime 86 memiliki genre action-scifi ini baru saja selesai beberapa minggu yang lalu. Kini, kita simak seperti apa ulasan anime yang satu ini.
Perang tidak selalu Hitam dan Putih
Kisah anime ini berada di Republik San Magnolia yang dihuni secara eklusif oleh orang-orang yang berkulit putih dan bermata perak. Mereka telah berperang dengan pasukan Legiun robot yang mengancam wilayah mereka sejak lama. Untunglah, di negara tersebut telah dilindungi oleh robot autonomos sehingga tidak mengorbankan nyawa manusia. Setidaknya, itulah yang diyakini oleh masyarakat.
Kenyataan di belakang layar, robot usang tersebut dikendalikan oleh 86, yakni orang-orang yang berasal dari negara terjajah dan tidak sesuai dengan esensi Republik. Maka dari itu, secara hukum tidak dihitung sebagai “manusia”. Jenderal San Magnolian mengarahkan 86 melalui komunikasi jarak jauh dari balik keamanan tembok negara meskipun mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Mayor Vladilena Milize yang masih muda dan juga idealis (sering disebut Lena) menemukan penderitaan anggota 86 saat dia dipilih untuk memimpin Squadron Spearhead elite. Dia mendapat tantangan dari semua sisi saat mencoba membuat segalanya lebih baik dari mereka. Para atasan dan teman-temannya memperingatkan bahwa menjulurkan lehernya tidak sebanding dengan keamanan prajurit.
Konsep seperti ini sangat berbeda dengan shounen mainstream yang membuat persahabatan bisa menyelesaikan masalah. Terkadang, niat baik saja tidak cukup untuk membongkar penindasan selama berabad-abad. Perubahan nyata sangat membutuhkan tindakan langsung dari banyak orang dalam jangka waktu lama. Hal itu pun tidak menghilangkan rasa sakit masa lalu sepenuhnya.
Pandai mengocok emosi penonton
Saat Lena dan penonton mengenal anggota SpearHead Squadron dari waktu ke waktu, mereka mulai merasa seperti sekelompok anak-anak biasa yang mencoba menjalani kehidupan normal. Mereka mendekorasi barak dengan kardus dan patung-patung yang terbuat dari sampah. Mereka juga merawat kucing liar yang namanya sering menjadi perdebatan.
Akan tetapi, kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah kebanyakan semuanya akan mati dan tinggal menunggu giliran saja. Ekeskusi anime tentang bagian ini cukup berhasil menguras emosi penonton. Bahkan pesan terakhir yang sangat samar hanya bisa terdengar melalui komunikator milik Lena. Kenangan-kenangan indah dengan cepat berlalu dengan robot yang meledak. Meskipun beberapa karakter yang muncul hanya sebentar, namun efek kehilangan mereka yang sudah mati sangat terasa.
Kesimpulan
Anime 86 menyajikan plot yang mirip roller coaster untuk memainkan emosi para penonton setiap episode. Tentunya anime ini bukan untuk kamu yang memiliki hati lemah lembut. Namun, jika kamu siap untuk menerima berbagai “hantaman” perasaan saat menontonnya, anime ini merupakan salah satu yang terbaik di Musim semi 2021.