Serial Anime
Review Anime 3DCG ‘Ghost in the Shell: SAC_2045,’ kembalinya Tim Section 9
GwiGwi.com – Tahun 2045, ekonomi global hancur dalam insiden Simultaneous Global Default.
Akibatnya, negara-negara G4 menciptakan Sustainable War, perang yang didesain untuk mengerakkan roda ekonomi.
Akibat dari insiden ini, tim Section 9 dibubarkan pemerintah, sementara Mayor Motoko Kusanagi menjadi tentara bayaran bersama rekan timnya di Amerika.
Pemerintah Jepang diperintahkan oleh Amerika untuk mengaktifkan kembali tim Section 9. Togusa dikirim ke Amerika oleh kepala Section 9 Daisuke Aramaki untuk mencari Mayor serta timnya.
Sementara itu, tim Mayor mengambil pekerjaan yang ternyata berujung pada terkuaknya sekelompok Post Human yang mencoba untuk menguasai dunia.
Ghost in the Shell: SAC_2045 menampilkan visual radikal yang beda dengan anime-anime sebelumnya. Grafiknya menjadi 3D, digarap oleh Sola Digital Arts yang menciptakan serial Appleseed Alpha dan anime Ultraman yang tayang di netflix.
Pengalaman mereka bersama Production I.G. di Ultraman dibawa ke anime keempat dari universe Stand Alone Complex ini.
Meskipun desain karakter dari ilustrator populer Ilya Kuvshinov agak canggung dibawa ke dunia 3D, sajian aksinya sangat memukau.
Intensitas dan kecepatannya terasa, dan hal ini merupakan peningkatan signifikan untuk membongkar stigma anime 3D yang biasanya terlihat receh.
Meskipun memiliki visual yang memukau, sisi ceritanya sayangnya tidak sedalam anime-anime Stand Alone Complex terdahulu. Walaupun ditangani oleh veteran Kenji Kamiyama dan Shinji Aramaki, SAC_2045 memiliki pacing yang kurang tepat. Seharusnya plot pembuka bisa lebih dipersingkat dengan menghilangkan momen-momen yang kurang berkontribusi pada plot.
Ya Bisa dibilang lama panasnya jadi ceritanya baru dimulai di pertengahan season di season pertama anime Ini
Hal Ini berimbas pada Ghost in the Shell: SAC_2045 season pertama berakhir dengan nanggung dengan beberapa plot yang tak terselesaikan.