PC gaming

Rainbow Six Siege Otomatis Blokir Toxic Player

Published

on

GwiGwi.com – Pada bulan Maret lalu, Ubisoft pernah berencana membuat komunitas game Tom Clancy's Rainbow Six: Siege yang sehat. Caranya ialah dengan mengembangkan sistem sensor terhadap pemain yang menucapkan kata kasar seperti menyebut etnis dan seks tergolong ujaran kebencian.

Kini sistem itu tampaknya telah diterapkan oleh Ubisoft. Hal ini diketahui dari tidak sedikit sekali keluhan pemain yang mendapat blokir atau banned dampak mengetik kata kasar atau yang mencantol SARA di fitur chat.

Lewat suatu email, Ubisoft menuturkan untuk PC GAMER bahwa mereka telah merealisasikan sistem sensor yang dulu dikembangkan. Meskipun fitur blokir atau banned yang diterima hanya mempunyai sifat sementara, namun dampaknya lumayan membuat kesal sejumlah pemain.

Status blokir tersebut melulu berlaku sekitar 27 menit, tapi dapat membuat pemain yang ditutup tidak dapat bermain pelbagai game yang terdapat di Rainbow Six: Siege. Sementara pemblokiran kedua dan ketiga akan dilangsungkan selama dua jam.

Apabila sesudah tiga kali pemblokiran pemain tetap nakal, maka Ubisoft akan mengerjakan pemblokiran permanen terhadap akun. Namun sistem ini tidak akan melulu menjadi satu-satunya teknik Ubisoft membuat komunitas gamer yang sehat.

“Tim kami sedang menggarap sistem sensor otomatis yang akan menutup setiap kata yang tergolong dalam susunan filterisasi yang terus berkembang. Sistem pun akan mengerjakan pencatatan dan pencarian seberapa tidak jarang seorang pemain melanggar ketentuan kami berhubungan hal tersebut,” ungkap pihak Ubisoft.

Dalam suatu video uji jajaki yang diunggah, ditunjukkan bahwa sistem sensor Ubisoft bakal langsung unik pemain yang memakai kata kasar maupun SARA dari suatu game yang sedang berlangsung.

Rainbow Six: Siege menjadi di antara game Ubisoft yang lumayan sukses sebab mempunyai komunitas dengan jumlah pemain di pertengahan 2017 mendahului 20 juta pemain. Game ini menempati posisi ke-5 sebagai game yang paling tidak sedikit dimainkan di Steam, dan masuk dalam susunan 10 besar video game yang paling tidak sedikit ditonton di YouTube.

Trending

Exit mobile version