Gaming
PS4K, PSVR (Morpheus) …. Lalu Vita Trinity?
GwiGwi.com – Sony melalui brand Playstation sedang memasuki masa kejayaannya pada Q2 dan Q3 tahun 2016 ini. Terlebih dengan kehebohan yang diciptakan Sony bersama dengan First Party Studio-nya yang membuat gamers tercengang selama E3 2016 melalui game exclusive seperti God Of War, dan juga Death Stranding yang menjadi comeback dari Hideo Kojima yang memang sudah menjadi “dewa” di dunia game.
Namun sepertinya Sony belum puas menutup Q2 dan memulai pertengahan Q3 melalui helltober. 7 September nanti, Sony akan mengadakan Playstation Event yang dirumorkan menjadi tanggal launching dari PS4K atau yang sekarang dikenal juga sebagai Neo.
Neo dan Morpheus (sekarang PSVR) sepertiinya menjadi nama yang cukup familiar bagi penggemar film. Kedua nama ini pernah digunakan dalam film yang cukup hits dimasa-nya yaitu Matrix. Namun diantara kedua nama itu, ada nama 3 yang cukup menarik untuk menjadi fokus kali ini, yaitu Trinity. Trinity adalah clone dari Neo namun pada filmnya (SPOILER ALERT), Trinity Dies. Apakah ini sebuah sindiran untuk sedikit kegagalan yang dialami PS Vita di Amerika dan juga Eropa? Apakah Trinity bakal menjadi penerus PS Vita langsung? atau merupakan jawaban dari Sony untuk membangun handheld console baru yang mungkin bisa membangkitkan Sony Playstation Mobile? Berikut adalah “kicauan” Wario64 seorang Twitter User yang cukup terkenal di dunia gaming.
Project Morpheus = PSVR
Neo = PS4.5
Trinity = PlayStation Vita successorSpoiler alert: Trinity dies
— Wario64 (@Wario64) April 19, 2016
Semua saat ini masih menjadi spekulasi. Namun dirasa wajar apabila Sony ingin meng-“clone” Neo kedalam bentuk yang baru. Mungkin saja Vita dengan kemampuan PS4 mengingat Nvidia melalui chipset Tegra X1 (dan mungkin X2?) yang digadang-gadang menjadi dapur pacu salah satu upcoming handheld rival Sony yaitu Nintendo digadang bisa membawa Nintendo NX menjadi handheld next–gen berkemampuan diatas rivalnya.
Gimana menurut kalian Gwiple :D? Akankah kalian tertarik apabila Trinity menjadi next-gen handheld dari Sony? Atau malah pesimis dengan kemampuan Sony di dunia handheld?