Japan

Perusahaan Jepang perkenalkan Truk Masjid untuk Olimpiade 2020

Published

on

GwiGwi.com – Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Pemerintah Jepang sudah melakukan sekian banyak persiapan, termasuk di antara di antaranya mobil truk yang difungsikan sebagai lokasi ibadah untuk kaum Muslimin. Sebuah truk besar bercat putih dan biru berhenti di luar stadion di Jepang dan menjadi lokasi ibadah kaum Muslimin.

Selamat datang di Masjid Mobile. Saat Jepang mengerjakan persiapan untuk menjamu pengunjung dari semua dunia pada Olimpiade Musim Panas 2020, peruresmiaan olahraga dan acara kebiasaan Tokyo telah membuat sebuah masjid di atas roda yang diinginkan akan menciptakan para pengunjung Muslim merasa seperti di rumah.

https://www.youtube.com/watch?v=Ht0zzjefmQg

Yasuharu Inoue, CEO Proyek Yasu, mengatakan bisa jadi tidak akan lumayan masjid untuk pengunjung Muslim di tahun 2020. Ini yang mengkhawatirkan untuk Jepang dirasakan tidak dapat melayani pengunjung dari negara Muslim dan memandang dirinya unsur dari komunitas internasional. Masjid Mobil adalahsolusi untuk dapat mengerjakan perjalanan ke sekian banyak tempat Olimpiade cocok kebutuhan.

“Sebagai negara yang tersingkap dan ramah, kami hendak berbagi ide‘ omotenashi ’(keramahan Jepang) dengan orang-orang Muslim,” katanya dalam wawancara, seperti dikutip Associated Press, Rabu (25/7).

Mobile Mosque pertama diresmikan mula pekan ini di luar Toyota Stadium, lokasi sepak bola J-League di Toyota City, yang pun adalah markas besar peresmiaan mobil dengan nama yang sama.

Bagian belakang truk seberat 25 ton yang dimodifikasi tersebut terbalik untuk membuka pintu masuk dan lantas sisi tersebut meluncur keluar, memperbanyak lebar truk. Ruangan seluas 48 meter persegi (515 kaki persegi) bisa menampung 50 orang.

Para tamu Muslim berdoa di dalam masjid, pun dilengkapi keran air di luar dan area membasuh untuk pembersihan sesudah ibadah.

Siswa Indonesia yang menjadi korban tsunami Samudra Hindia 2004 pun ikut berpartisipasi dalam upacara peremian tersebut.

“Masjid Mobile paling penting untuk orang-orang Muslim seperti orang Jepang atau turis, turis Muslim yang mendatangi Jepang,” kata Nur Azizah, 14 tahun. “Saya hendak menunjukkan teman-teman saya.”

Diperkirakan 100.000 sampai 200.000 Muslim bermukim di Jepang. Tatsuya Sakaguchi, seorang tamu Jepang, mengaku harapan bahwa Masjid Mobile akan menolong membuka benak orang-orang di semua dunia.

“Melihat dari luar pada orang-orang di masjid, mereka terlihat paling bahagia,” kata Sakaguchi, wakil direktur dari peruresmiaan ritel Osaka.

Inoue mengatakan, terinspirasi untuk proyek Masjid Mobile ini setelah mengerjakan perjalanan ke Qatar empat tahun lalu.

Awalnya, pelaksana proyek berencana untuk menargetkan acara olahraga internasional baik di Jepang maupun di luar negeri. Inoue menuliskan dia bercita-cita proyek ini akan mengerjakan lebih dari sekadar memenuhi celah dalam infrastruktur keagamaan.

“Ke depan, saya akan paling senang andai orang-orang dari Indonesia, Malaysia, Afrika, Timur Tengah dan, misalnya, pengungsi yang datang dari Suriah dapat memakai masjid sebagai alat untuk mempromosikan perdamaian dunia,” katanya.

Trending

Exit mobile version