Entertainment
Paska pensiun aktris 300 film porno Jepang ini bekerja menjadi make up artist
GwiGwi.com – Saat ini diperkirakan ada 8 ribu orang yang bekerja menjadi aktris film porno di Jepang. Tentu saja dengan banyaknya aktris, persaingan semakin ketat, arus keluar masuk aktris baru di industri ini sangat kencang, sehingga tiap tahun selalu ada aktris yang pensiun.
Apa pekerjaan mereka setelah itu dan bagaimana mereka menghabiskan hari-hari mereka?
Ada yang benar-benar putus hubungan dengan industri ini, tapi ada juga yang masih menggunakan koneksinya saat menjadi aktris dengan menjadi presiden perusahaan produksi film porno, stylist, bahkan sutradara.
Mizushima Ai yang kali ini diwawancara pun demikian. Saat menjadi aktris, ia tampil di lebih dari 300 film. Sekarang ia menjadi hair stylist spesialis film porno dan berpindah antar lokasi syuting.
Debut di genre loli pada tahun 2009, ia lalu pindah ke genre gyaru pada tahun 2012 sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2015. Ia telah tampil di lebih dari 300 film. Sekarang aktif sebagai hair stylist yang sangat dipercaya oleh para aktris.
Karena pada awalnya memang sudah tertarik dengan kerjaan di bidang kecantikan, ia sudah belajar di sekolah stylist sejak saat masih aktif sebagai aktris. Hal itu memang merepotkan, tapi saat ia bilang, “Sebenarnya aku belajar make up juga di lokasi syuting.” Ia lalu sering diminta datang ke lokasi syuting yang lain.
Akhirnya sembari menjadi aktris, pada saat bersamaan dirinya bekerja di balik layar sehingga pendapatannya bertambah. Dia juga menyebutkan pendapatannya memang menurun jika dibandingkan dengan saat masih aktif. Namun penghasilan yang sekarang masih setara dengan karyawan kantoran.
Dia juga sejak dulu punya banyak kenalan staf sehingga dengan mudah mendapat kepercayaan. Selain itu karena sudah familiar dengan keadaan saat syuting, ia pun bisa merias tanpa mengganggu jalannya syuting.
“Berkat koneksi saat masih aktif, saya bisa hidup nyaman sekarang. Namun dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, saya merasa kondisi dunia film porno jepang menurun. Jumlah staf juga brrkurang untuk menghemat biaya. Setelah ini pun saya tak tahu kapan akan berhenti mendapat order. Oleh karena itu saya tak berpuas diri dengan kondisi sekarang, saya mengambil banyak kualifikasi seperti massage dan lainnya. Banyak staf dan mantan aktris yang sensitif dengan kondisi di industri ini berpikir untuk pindah bekerja di bisnis yang lain”