Gaming
Review Game Time Crisis, Nostalgia Masa Kejayaan Arcade Game
GwiGwi.com – Tahun 1990-an adalah tahun saat mesin arcade berdatangan dan populer di Indonesia sebelum konsol Playstation ditemukan. Gwimin mengajak pembaca untuk bernostalgia tentang salah satu mesin arcade yang terkenal saat itu, yaitu Time Crisis 1. Saat itu, Time Crisis 1 merupakan salah satu game yang diminati banyak orang, sehingga cukup banyak yang mengantri sampai-sampai mengharapkan orang yang sedang bermain cepat kehabisan nyawa dan uangnya biar bisa gantian.
Time Crisis 1 diproduksi oleh Namco dan dirilis di Indonesia pertama kali sekitar tahun 1996 sebagai mesin arcade. Ada 2 jenis mesin arcade, yaitu ukuran besar dan kecil. Satu tahun setelahnya, Time Crisis 1 dirilis dalam platform PS 1. Pada mesin arcade, Time Crisis 1 hanya dimainkan dengan satu jalan cerita saja, sementara pada PS 1 ada jalan cerita tambahan (misi lain yang berbeda). Kali ini gwimin hanya akan membahas dari jalan cerita utama pada mesin arcade saja.
Berikut adalah karakter-karakter utama dari Time Crisis 1.
Dikisahkan ada sebuah negara bernama Sercia. Sercia dipimpin oleh keluarga kekaisaran secara diktator oleh keluarga Garo dengan tangan besi dan kejam. Pada tahun 1996, rakyat Sercia berhasil menggulingkan pemerintahan kekaisaran diktator keluarga Garo. Rakyat Sercia mengubah bentuk pemerintahan menjadi republik dan memilih seorang presiden bernama MacPherson. Setelah itu, Sherudo Garo, anggota terakhir keluarga kerajaan, bekerja sama dengan organisasi teroris Wild Dog untuk membalas dendam.
Tidak lama setelah terpilihnya Presiden MacPherson, Wild Dog dan pasukannya menculik Rachel MacPherson, anak perempuan dari Presiden MacPherson atas perintah Sherudo. Wild Dog membawa Rachel ke sebuah kastil tempat tinggal Sherudo. Kastil tersebut terletak di sebuah pulau di barat laut Republik Sercia. Sherudo mengancam akan membunuh Rachel jika Presiden Macpherson tidak mengembalikan takhta kerajaan pada Sherudo dengan batas waktu saat matahari terbenam pada hari tersebut. Menyadari bahwa keadaan sebuah negara sedang dalam bahaya, Porter Davis, salah satu pimpinan V.S.S.E, mengutus Richard Miller, agen terbaik V.S.S.E saat itu, sebagai one man army dalam misi penyelamatan Rachel.
Stage 1 dimulai dengan adegan Sherudo menodongkan pisau ke arah Rachel yang sedang diikat. Tiba-tiba, terdengar suara ledakan. Ledakan itu terjadi saat Richard melakukan infiltrasi ke kastil Sherudo. Wild Dog dengan yakin menjamin bahwa pasukannya akan menghabisi Richard. Area 1 dimulai saat Richard berada di ruangan dermaga kapal selam. Area 2 dimulai saat Richard berada di lift miring dan ruang istirahat tentara. Area 3 bertempat di lapangan kastil. Setelah menghabisi musuh di lapangan kastil, Richard menuju bagian kastil yang lain dan menemukan Rachel sedang terikat di kursi yang menempel di dinding. Saat ingin melepaskan Rachel, tiba-tiba dinding tempat Rachel terikat berputar dan membuat Rachel ke sisi ruangan yang berlawanan. Tiba-tiba muncul sepasukan ninja dengan cakar besi. Pasukan ninja itu dipimpin oleh Moz. Moz menggunakan pakaian berwarna kuning, sementara pakaian pasukan yang lain berwarna abu-abu. Moz berhasil dikalahkan oleh Richard dengan 3 kali tembakan. Setelah mengalahkan Moz, Richard mencari cara untuk ke ruangan di balik dinding tempat Rachel berada. Moz yang sekarat memberikan informasi terakhir bahwa Rachel berada di menara jam dan Rachel pasti sudah mati. Richard yang kesal meninju Moz sampai tak sadarkan diri, lalu pergi ke luar menuju menara jam. Sebelum keluar ruangan, jam menunjukkan pukul 16.45, sisa waktu sebelum matahari terbenam semakin sedikit.
Stage 2 dimulai setelah Richard pergi dari ruangan tempat ia bertempur dengan sepasukan ninja tadi. Area 1 bertempat saat Richard bertempur di koridor kastil sampai ke luar gedung kastil. Area 2 dimulai sekitar pukul 16.50, dan bertempat di galeri koleksi perhiasan dan barang antik. Area 3 bertempat di selasar kastil dan juga tangga menuju puncak menara jam. Sesampainya di ruangan yang terletak di puncak menara, Richard melihat Rachel sedang terikat di sana. Tiba-tiba 3 buah pisau meluncur ke arah pilar tempat Rachel terikat. Lalu muncul Sherudo memperkenalkan diri kepada Richard sebagai “pemimpin rakyat Sercia”. Sherudo menyambut dan melayani Richard sebagai tamu, serta memberikan hiburan kepada Richard dengan atraksi lemparan pisau. Sherudo mempunyai kemampuan knife throwing yang sangat baik, namun tetap tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan kemampuan Richard. Sherudo dan bodyguard-nya berhasil dihabisi oleh Richard di ruangan itu. Sherudo berhasil dikalahkan dengan 10 kali tembakan. Menyaksikan bosnya terbunuh, Wild Dog muncul dan menyandera Rachel. Wild Dog membawa Rachel pergi dan mengurung Richard di ruangan tersebut.
Stage 3 dimulai saat Richard keluar dari menara jam melalui balkon. Richard mengejar Wild Dog yang sedang kabur membawa Rachel. Area 1 bertempat di jembatan penghubung menara kastil. Di jembatan ini, Richard harus berhadapan dengan helikopter beserta anti aircraft berupa meriam dan gatling gun. Area 2 bertempat di dalam ruangan pabrik yang dipenuhi oleh crane dan mesin berjalan. Area 3 bertempat di ruang kontrol dan ruang singgasana Sherudo. Setelah menghabisi pasukan yang menghalangi di ruang singgasana, Richard mengejar Wild Dog yang berusaha melarikan diri ke helikopter di atap kastil. Di atap kastil, Wild Dog mengeluarkan detonator bom dan meledakkan menara jam di belakangnya. Wild Dog berencana untuk menghabisi Richard bersama dengan kastil Sherudo. Tiba-tiba, Rachel memberontak dan melepaskan diri dari Wild Dog. Wild Dog segera mengeluarkan Mauser C96 miliknya dan menembak Rachel di bagian bahu kanan, yang menyebabkan Rachel terjatuh dan pingsan karena shock. Dipenuhi dengan amarah setelah menyaksikan adegan tersebut, Richard pun bertarung dengan Wild Dog beserta pasukan terakhirnya. Wild Dog menggunakan berbagai senjata, yaitu dua buah Mauser C96, senapan mesin berat, granat, serta detonator bom. Pada akhirnya, tembakkan ke 20 dari Richard menyebabkan Wild Dog terpental, serta detonator yang dipegang Wild Dog terjatuh, dan mengaktifkan bom yang dipasang di sekitar Wild Dog. Wild Dog pun terlalap oleh ledakan tersebut.
Akhirnya, Richard membawa Rachel pulang dengan helikopter yang ada di atap kastil. Dari helikopter, terlihat pemandangan kastil milik Sherudo hancur dilalap ledakan dan api dari bom-bom yang dipasang oleh Wild Dog. Berakhirlah sudah permainan Time Crisis 1.
Pada Time Crisis 1 ini ada beberapa jenis pasukan musuh beserta warna pakaiannya, yaitu (penamaan berdasarkan gwimin sendiri):
- Normal Soldiers (biru)
- Squad Leader (coklat tua)
- Sharpshooters (merah)
- Bonus Time Soldiers (oranye)
- Shield Wielders (ungu)
- Machine Gunners (hijau)
- Rocket Launcher Men (coklat muda)
- Grenadiers (kuning)
- Stick Fighters (kuning)
- Gray Ninjas (abu-abu)
- Bodyguards (putih)
Tips gwimin sendiri kalau bermain Time Crisis 1:
- Jika berhadapan dengan tipe sharpshooters, pilih antara cepat tembak atau cepat sembunyi, karena tembakan pertamanya pasti direct hit.
- Penilaian skor ranking berdasarkan skill point (jumlah bintang pada akhir), yang dinilai berdasarkan akurasi, jumlah hit ke arah musuh, jumlah nyawa yang berkurang, dan total waktu permainan.
- Hati-hati dengan tipe rocket launcher men, grenadiers, stick fighters, dan gray ninjas merupakan tipe penyerang yang setiap serangannya pasti direct hit.
- Pada akhir stage 2 dan pertengahan stage 3 bermunculan musuh tipe bodyguards, maka hati-hati karena mereka mempunyai senjata yang bervariasi dan mempunyai akurasi lebih hebat dari tipe squad leaders.
- Saat berhadapan dengan bos, serangan Moz dan Sherudo selalu direct hit, sementara serangan Wild Dog tidak selalu direct hit namun mempunyai persentase direct hit sangat tinggi.
- Waktu terbatas, sehingga gunakan waktu dengan bijaksana serta incar bonus time soldiers.
- Jika berhasil melakukan 40 hit pada sasaran (musuh atau objek untuk environment kill) secara berturut-turut tanpa putus, maka satu nyawa tambahan akan diberikan. Namun, hal ini sangat sulit dilakukan.
Time Crisis 1 ini adalah yang paling sulit untuk diselesaikan dalam satu kredit dibandingkan serial Time Crisis yang lain, karena tembakan musuh tidak dapat diprediksikan. Pada Time Crisis 2 sampai 5 tembakan musuh yang direct hit tampak jelas dengan lingkaran merah, sementara pada Time Crisis 1 tidak. Gwimin sendiri sudah menamatkan serial Time Crisis 2 sampai 5, namun hanya Time Crisis 1 yang masih belum. Hanya sebagaian orang saja yang sudah ahli dan bisa dikatakan “hafal” yang bisa menamatkan dalam satu kredit. Gwimin sendiri rasanya belum pernah menamatkan Time Crisis 1 dalam satu kredit.
Jika dibandingkan dengan Time Crisis serial lanjutannya, menurut gwimin lebih menarik sekuelnya. Hal ini disebabkan karena serial lanjutannya sudah menggunakan 2 karakter pemain dan juga sudah multi senjata.
Dari segi waktu permainan, waktu permainan ini cukup singkat, hanya sekitar 13 menit jika dihitung tanpa cutscene dan 20 menit jika dihitung dengan cutscene. Time Crisis 1 ini merupakan serial Time Crisis yang waktu permainannya paling singkat. Pada Time Crisis 1 durasi 13 menit ini sudah cukup lama, mengingat permainannya cukup sulit dan juga batasan dalam uang anda jika bermain di mesin arcade.
Dari segi grafik, permainan ini termasuk bagus pada masa dirilisnya. Jika dibandingkan dengan sekarang, tentu grafik permainan ini sudah sangat tertinggal. Namun untuk orang yang gemar bermain serial Time Crisis tentu saja tidak merasa hal ini menjadi masalah.
Akhir kata dari Gwimin, menurut Gwimin permainan ini cukup menarik, walaupun masih tetap tertinggal dari serial lanjutannya. Time Crisis 1 adalah yang paling sulit di antara serial lanjutannya. Gwimin sendiri ingin membalas dendam dan bermain lagi untuk menyelesaikannya dengan satu kredit. Namun sayangnya, gwimin sudah tidak punya konsol PS 1 dan guncon-nya, serta mesin ini sudah jarang ditemukan di game center mengingat usianya lebih tua dari gwimin sendiri.