Box Office

Movie Review : Final Fantasy XV – Kingsglaive

Published

on

GwiGwi.com – Salah satu film yang paling saya nantikan bulan ini adalah Final Fantasy XV – Kingsglaive. Mungkin terkesan nerdy dan geeky di dunia game saat Final Fantasy atau sering disingkat FF disebut. Namun, tanpa memperdulikan hal tersebut, perlu diakui bahwa serial Final Fantasy ini merupakan contoh bagaimana inovasi dan kreativitas dapat di push sejauh mungkin.

Kingsglaive merupakan prequel dari game dengan judul yang sama, Final Fantasy XV yang dulu dikenal sebagai Final Fantasy XIII Versus. Setelah mengalami masa kesulitan dan membuat para fans menyerah selama 10 tahun, akhirnya seri ini pun dibangkitkan kembali dengan “kejayaan” dan nama baru, Final Fantasy XV. Kingsglaive dibuat untuk menjadi pengantar dari keseluruhan game FFXV nantinya yang menceritakan perjalanan Prince Noctis dan juga Lunafreya yang menjadi inti utamanya.

Advertising
Advertising

Cerita dibuka tentang sedikit sejarah masa lampau King Regis (Sean Bean), Noctis, dan juga Lunafreya (Lena Headey) dimana Prince Luna menjadi narator. Namun seperti judulnya, ini bukan berfokus kepada Noctis, melainkan kepada Tim Elit negara Lucis, yang disebut Kingsglaive. Mereka adalah pasukan elit kerajaan yang dikumpulkan dari “orang-orang luar dinding” dan bisa disebut juga seperti The Expandable karena sering disebut kalau nyawa mereka tak ada apa-apanya bagi orang-orang kerajaan. Benar saja, di pusat kota Insomnia, mereka diperlakukan tidak selayaknya dan dianggap tidak berguna bahkan oleh Polisi Kerajaan yang menyebut mereka The Immigrants.

Peperangan yang terjadi dalam Kingsglaive ini sendiri bisa dibilang cukup bikin penonton sedikit “urgh…. hnggh..” (saya tidak bisa menggambarkannya) karena memang ini berbau sedikit politik dimana Negara Lucis harus berperang dengan Kerajaan Niflheim. Para glaives menjadi tombak utama King Regis untuk bisa menghalau Niflheim. Namun, perselisihan ini diharapkan dapat selesai saat Niflheim mengajak Lucis untuk berdamai dengan syarat yang sesungguhnya sedikit merugikan untuk Lucis.

Nyx Ulric (Aaron Paul)The Hero, merupakan salah satu icon untuk pasukan elit Kingsglaive dan tetap menjadi hero sepanjang kisah ini. Bersama dengan si princess, Lunafreya, Nyx berusaha menyelesaikan tugas terakhir yang diberikan oleh King Regis demi melanjutkan Lucis dan menahan gempuran dahsyat dari Niflheim.

Cerita yang disuguhkan cukup berat, dan memang tidak terlalu diberikan secara detail atau sering disebut gray parts. Benar saja, banyak sekali plot yang masih membingungkan bahkan bagi fans yang sudah mengikutinya saat masih disebut FFXIIIVersus. Ini tentunya menunjukan bahwa Square Enix tidak ingin fans dan newcomer untuk melewatkan masterpiece mereka yaitu game FFXV sendiri. Namun tidak seperti Advent Children yang menjadi spin-off movie untuk Final Fantasy VII, Kingsglaive bisa dibilang sedikit lebih berbobot dan memiliki content yang cukup bisa melengkapi FFXV walaupun ini memang, standalone-movie.

Visualisasi yang diberikan oleh 

Square Enix bersama studio dari SONYSTAGE 6 memang luar biasa. CGI yang bisa dibilang cukup sempurna sehingga movie ini tidak terlihat seperti dibuat alakadarnya. Terrain dan Environment yang dimiliki juga bisa dibilang stunningly beautiful menjadi pelengkap yang baik. Salah satu scene yang paling menarik dan luar biasa adalah saat King Regis menyambut The Empire of Niflheim. Namun sangat disayangkan, saat scene action berlangsung, seperti adu pedang dan CQC (Close Quarter Combat), versi general studio terkesan terlalu cepat dan motion yang berlangsung terkesan blurry dan tidak begitu nyaman untuk dilihat. Selain itu ada juga beberapa motion capture yang near-miss.

Overall, film ini menjadi prequel yang cukup menarik untuk memperkenalkan The World of Final Fantasy XV kepada banyak orang. Storynya yang cukup berisi, cast yang luar biasa, dan juga tampilan visual yang menawan menjadi nilai plus dari Kingsglaive. Namun demikian, beberapa kekurangan yang dimiliki menjadi drawback yang cukup terlihat dan memperlihatkan sedikit “luka” dari film ini. Tapi tenang saja, pengalaman yang kalian bisa lihat dari film yang menjadi pengantar game ini dinilai cukup luar biasa.

Special Thanks To Jurnal Otaku Indonesia dan PSEnterprise yang telah memberikan kesempatan menyaksikan Final Fantasy XV – Kingsglaive.

Trending

Exit mobile version