Gaming
Marvel Mystic Mayhem Hentikan Pengembangan Mulai April 2026, Umur Live-Service Hanya 9 Bulan
www.gwigwi.com –
Marvel Mystic Mayhem resmi akan menghentikan seluruh pengembangan dan rilis konten baru. Keputusan ini diumumkan oleh Marvel Games bersama NetEase, dengan tanggal efektif penghentian update ditetapkan mulai 1 April 2026. Pengumuman tersebut langsung memicu diskusi luas di komunitas, mengingat usia game ini terbilang sangat singkat.
Marvel Mystic Mayhem sendiri baru meluncur secara global di iOS dan Android pada 25 Juni 2025. Dengan demikian, masa aktif pengembangan game ini hanya berlangsung sekitar sembilan bulan sejak perilisan. Angka tersebut tergolong sangat singkat untuk sebuah game live-service gacha, genre yang umumnya dirancang untuk berjalan bertahun-tahun dengan aliran konten berkala.
Melalui pengumuman resmi di dalam game, tim pengembang menjelaskan beberapa langkah transisi yang akan diterapkan. Mulai 1 Januari 2026, Battle Pass akan dibuka secara gratis untuk seluruh pemain. Langkah ini dinilai sebagai upaya memberi akses penuh terhadap konten premium kepada komunitas tanpa hambatan tambahan menjelang penghentian update.
Selanjutnya, setelah 1 April 2026, Battle Pass tidak lagi menerima konten baru. Meski demikian, server Marvel Mystic Mayhem akan tetap online. Pemain masih bisa login, memainkan mode yang tersedia, dan menikmati seluruh konten yang telah dirilis sebelumnya. Terkait penutupan server secara permanen, tim pengembang memastikan bahwa pengumuman resmi akan disampaikan setidaknya 60 hari sebelum layanan benar-benar dihentikan.
Dalam pernyataannya, tim Marvel Mystic Mayhem menyebut keputusan ini diambil untuk “memberi penutup yang layak” bagi game tersebut. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, yang disebut sebagai Dream Guardian, atas dukungan dan waktu yang telah diberikan sejak peluncuran global.
Namun di sisi lain, reaksi komunitas cukup beragam. Banyak pemain menyoroti betapa cepatnya Marvel Mystic Mayhem memasuki fase yang sering disebut sebagai “mati suri”. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana sebuah game masih bisa dimainkan, tetapi tidak lagi mendapatkan update, konten baru, atau dukungan pengembangan aktif.
Kasus Marvel Mystic Mayhem kembali memunculkan diskusi soal keberlanjutan model live-service gacha, terutama untuk game berlisensi besar seperti Marvel. Meski mengusung IP populer dan konsep unik bertema mimpi buruk, hal tersebut tidak selalu menjamin umur panjang jika jumlah pemain, retensi, atau performa finansial tidak memenuhi ekspektasi.
Bagi sebagian pemain, keputusan ini menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi waktu dan uang di game live-service. Sementara bagi industri, penutupan dini Marvel Mystic Mayhem menjadi contoh nyata betapa ketat dan berisikonya pasar game mobile saat ini, bahkan bagi judul yang membawa nama besar.