Berita Anime & Manga

Manga Review : Kono Kanojo wa Fiction Desu (My Girlfriend is a Fiction)

Published

on

[alert-warning]Artikel ini mengandung konten Ecchi[/alert-warning]

GwiGwi.com – Bayangkan tokoh fiksi kesukaan kalian menjadi nyata, sangat membahagiakan, bukan? Apalagi tokoh fiksi itu adalah buatan sendiri berdasarkan sosok pasangan idaman. Manga kali ini menceritakan hidup seorang laki-laki remaja yang tokoh fiksi buatannya menjadi kenyataan.

Judul : Kono Kanojo wa Fiction Desu (この彼女はフィクションです), My Girlfriend is a Fiction

Author : Watanabe, Shizumu

Jumlah volume : 4

Genre : Ecchi, Romance, Shounen, Supernatural

Kono Kanojo wa Fiction Desu adalah manga karya Watanabe Shizumu yang menceritakan tentang kisah hidup seorang remaja laki-laki. Manga ini sudah ditamatkan dengan total 4 volume atau 33 chapter. Walau jumlah chapter yang tidak terlalu banyak manga ini menceritakan berbagai kejadian menarik.

Hamura Yuuri, seorang murid sekolah dan anggota dari club literatur, telah jatuh cinta dengan penulis genius yang juga merupakan anggota club literatur. Gadis itu bernama Kuzumi Fuuko, seorang penulis genius yang terkenal dengan karyanya, Q Silhouette. Yuuri benar-benar jatuh cinta sampai-sampai dia melupakan karakter buatan sendiri yang sangat dia cintai, Michiru.

Pada suatu saat, Fuuko menyadari kapalan di jari Yuuri.

Fuuko menyimpulkan bahwa kapalan itu disebabkan oleh menulis dan menggambar, Fuuko mencurigai Yuuri yang tidak pernah berguna di club literatur adalah seorang penulis.

Ternyata, kapalan itu disebabkan karena Michiru. Yuuki tidak pernah memiliki teman pada saat masih kecil, maka dia membuat seorang karakter yang akan selalu mencintai dan menemaninya. Selama sepuluh tahun Yuuki terus menggambar,membangun, dan menulis hal-hal tentang Michiru. Dia tergila-gila dan jatuh cinta padanya.

Setelah Fuuko menyadari kapalan itu, Yuuki berniat untuk membakar semua character profile Michiru yang telah berjumlah 99 buku di depan kuil.

Di kuil dia bertemu dengan Fuuko dan tiba-tiba badai datang. Pada saat itu juga Yuuki mengakui rahasianya. Dia membuka tas besar yang isinya character profile Michiru dan menunjukanya kepada Fuuko. Sebuah keajaiban terjadi, semua buku character profile berubah menjadi seorang gadis yang tentu saya tidak mengenakan baju sama skali.

[toggle title=”Ecchi Content”]

[/toggle]

Kejadian Michiru menjadi nyata itu menimbulkan salah paham yang besar terhadap Fuuko.

Dengan kehadiran Michiru, misi Yuuki untuk mendapatkan hati Fuuko menjadi semakin sulit. Apalagi sikap Michiru yang seperti anak kecil dan kemampuannya untuk merubah matanya menjadi laser menambah kekacauan dan kehebohan yang terjadi. Berbagai kejadian yang sungguh mengagetkan terjadi. Mulai dari anggota club literatur melihat Michiru yang akan selalu memasak hanya dengan menggunakan celemek (tanpa pakaian lain sama sekali)

[toggle title=”Ecchi Content”]

[/toggle]

sampai drama yang menggabungkan dunia drama dengan dunia asli.

Tiba-tiba, tokoh buatan Fuuko dari novelnya ‘Q Silhouette', Kusunoki Amu, menjadi kenyataan juga.

Setelah diteliti ternyata kuil di mana Michiru menjadi nyata, Tamayura Shrine, adalah kuil untuk seorang dewa kreasi literatur. Kebetulan pintu antara dunia nyata dan fiksi pada saat itu sedang terbuka jadi, Michiru dan Amu berhasil menjadi nyata. Amu bukan lah tokoh yang baik terhadap Yuuki. Setelah kedatangan Amu, Yuuki mengalami kejadian berkali-kali di mana seluruh bajunya dipotong oleh Amu dan tentu saja dia berakhir terlanjang.

Pada akhir cerita, tujuan hidup Michiru tersingkap, menghancurkan dunia. Yuuki muda yang sering dibully teman-temannya menjadi seorang pembenci dan menulis bahwa kehadiran Michiru adalah untuk menghancurkan seluruh dunia yang pada saat itu sangat dibenci olehnya. Mengetahui hal itu, Yuuki berusaha untuk bertanggung jawab dengan menghancurkan kuil Tamayura (kuil itu menjaga bentuk Amu dan Michiru jadi hancurnya kuil itu = hancurnya Michiru dan Amu).

Tetapi, ternyata Yuuki tidak sanggup untuk melakukan itu. Michiru terlalu berharga baginya. Maka pada akhirnya, Michiru menghancur kuil itu  dengan kedua tangannya sendiri.

Setelah itu, Michiru dan Amu menghilang untuk selama-lamanya.

Walau Michiru telah pergi, kehidupan Yuuki masih berjalan dengan baik. Pagi itu, Yuuki berjanji untuk membuat kisah hidupnya dengan Michiru. Dan, seluruh club literatur adalah staff untuk membantu manga buatan Yuuki.

Trending

Exit mobile version