48G Corner by KSK48

Manajemen AKB48 Mengajukan Protes ke Majalah Friday

Published

on

Majalah Friday selama ini memiliki hubungan baik dengan manajemen AKB48. Mereka dapat menampilkan gravure member AKB48 hampir di tiap edisi dan sebagai gantinya, Friday tidak menerbitkan artikel tentang skandal member. Namun, hal itu berubah setelah Friday menampilkan gravure hair nude ex-member AKB48, Yonezawa Rumi pada edisi tanggal 14 November.

Manajemen AKB48 dikabarkan mengajukan protes tidak hanya pada Friday, tetapi juga pada penerbit Kodansha. Bahkan dikabarkan mereka protes secara langsung pada petinggi Kodansha. Manajemen AKB bahkan akan membatalkan gravure member di Friday dan meminta agar majalah yg telah terbit dengan gravure member AKB untuk ditarik.

Manajemen AKB juga memaksa King Record, yang merupakan anak perusahaan Kodansha, untuk ikut menekan Friday. Selain itu mereka juga memperingatkan tabloid dan penerbit untuk tidak lagi menulis artikel tentang Yonezawa Rumi.

Kodansha sendiri dikabarkan sangat ketakutan dengan protes dari manajemen AKB ini. Kodansha selama ini mendapat hak eksklusif untuk menerbitkan berbagai macam buku spesial, gravure, photobook, dan bahkan guide book janken. Hal ini dapat membuat mereka kehilangan hak tersebut.

Sementara itu, menurut bocoran dari orang dalam dunia entertainment, alasan utama manajemen AKB melakukan protes adalah mereka takut popularitas AKB akan menurun lebih cepat. Saat ini jumlah job yang didapat oleh para ex-member seperti Maeda Atsuko, Oshima Yuko, dan Itano Tomomi tidak begitu banyak, sementara ex-member yang tampil di AV juga tidak sedikit. Munculnya artikel Rumi ini ditakutkan akan menghancurkan nama AKB48 dan membuatnya tidak lagi dipandang sebagai grup idol nomor satu. Oleh karena itu, manajemen berusaha sangat keras untuk mengontrol apa saja berita tentang AKB yang boleh muncul di media.

Namun dengan munculnya artikel tentang Rumi ini memunculkan pertanyaan, apakah AKB mulai kehilangan pengaruhnya terhadap media. Mungkinkah ini awal dari berakhirnya pengaruh AKB terhadap media.

Trending

Exit mobile version