Lokal
Loverin Tamburin, terinspirasi dari karaoke sampai ke atas panggung
GwiGwi.com – Halo Gwiple sekalian! Apakah kalian sehat-sehat saja? Apakah kalian menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu event Jepang terbesar di Jakarta pada Weekend lalu? Ya, Ennichisai 2016 Miracle ~The Power of Love~. Gwimin sempat berkunjung ke Little Tokyo, Blok M dan mendapat kesempatan untuk mengikuti Press Conference yang diadakan disana. Kali ini Gwimin akan memberikan hasil Press Conference dari Loverin Tamburin!
Loverin Tamburin adalah sebuah grup yang pertama kali dibentuk di Hiroshima pada tahun 1997 dengan nama a·a. Mereka mengganti nama menjadi Loverin Tamburin pada tahun 2001 ketika mereka pindah ke Tokyo. Debut besar mereka terjadi pada bulan Mei 2006 di bawah Geneon ENTERTAINMENT (NBC Universal Entertainment Japan LLC) dan merilis “Aishitageru”, sabagai pembukaan musik “Makaisenki-Disgaea” dalam program TV animasi Jepang pada tanggal 10 Mei 2006.
Berikut hasil Press Conference dari Loverin Tamburin.
Saya sangat menyukai Karaoke tetapi ketika saya pergi kesana, lagu yang saya ingin nyanyikan tidak ada. Ketika itu saya berpikir, bagaimana jika saya membuat lagu yang bisa saya nyanyikan. Saya ingin membuat lagu yang sesuai dengan perasaan saya dan cocok untuk saya nyanyikan serta memiliki inspirasi yang dalam untuk dirinya dan juga para fans yang mendengarkan.
Saya mengetahui kalau tema Ennichisai tahun ini adalah Power of Love. Oleh karena itu, saya ingin mengekspresikan melalui lagu yang penuh dengan cinta kepada para pengunjung Ennichisai pada tahun ini.
Saat ini Idealisme dalam bermusik semakin tahun semakin sulit. Mungkin yang paling mempengaruhi lagu kami adalah saat kami pergi ke Festival Anime atau Event Jepang seperti ini sehingga kami dapat bertemu dengan para fans Anime yang sangat menyukai lagu-lagu kami dan itulah yang menjadi salah satu Ide atau inspirasi dari lagu-lagu kami. Melalui lagu-lagu tersebut, meskipun kami konser di luar negeri, lagu-lagu tersebut menjadi seperti cara komunikasi antara para fans dengan kami dan itu sangat memberi kami inspirasi.
Loverin Tamburin bisa diartikan sebagai sesuatu yang meledak dan berekspresi. Sebenarnya dulu kami bernama a·a tetapi kami menganggap bahwa nama itu terlalu pendek dan kami ingin membuat nama yang lebih panjang. Dan saat itulah Aya, sang vokalis, mengusulkan nama Loverin Tamburin.
Aya-san selaku Vokalis tidak hanya berlatih vokal tetapi ia juga berolahraga dan itu akan mempengaruhi kekuatan vokalnya. Aya berlatih setiap hari dan itu dimulai dari apa yang ia makan, jam tidur, dan cara berjalan pun menjadi latihan bagi dirinya sehari-hari. Sebagai Vokalis tentu tenggorokan menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga. Jadi meskipun ada makanan yang ia suka, ia harus tahan untuk tidak memakannya.
Kami ingin sekali para pengunjung Ennichisai juga dapat menikmati Festival ini dan juga perfomance seperti layaknya orang-orang Jepang di Festival Jepang. Dikarenakan ini pertama kali kami mendatangi Ennichisai, saat pertama sampai di Indonesia, kami ingin sekali menampilkan yang sebaik-baiknya. Kami juga mendapatkan rekomendasi dari beberapa kenalan untuk konser disini. Kami juga berharap konser disini juga berhasil sukses seperti konser-konser kami yang lainnya dan semoga respon dari para pengunjung juga baik seperti konser kami yang lainnya. Kami juga sering mendapat undangan untuk konser tetapi kami ingin sekali mendapat undangan untuk konser lagi di Indonesia.
Negara yang paling berkesan bagi kami adalah Moroko. Moroko sangat jauh dari Jepang tetapi ketika mereka pergi kesana, sambutan dari para fans sangat hangat sekali dan mereka tidak menyangka dari negara yang sangat jauh itu mereka bisa mendapat sambutan yang sangat besar. Indonesia juga cukup jauh dari Jepang dan kami penasaran apakah respon dari para pengunjung seperti yang di Moroko atau tidak.
Dengan senang hati!
Loverin Tamburin mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari para pengunjung Ennichisai tahun ini. Kita doakan supaya mereka dapat kembali lagi ke Indonesia dan memberikan konser Solo pertama mereka di Indonesia!