Japan

Korban tewas banjir terparah selama 36 tahun terakhir di Jepang mencapai 200 orang

Published

on

GwiGwi.com – Cuaca buruk masih menjadi ancaman serius untuk Jepang sampai-sampai Negara Sakura tersebut harus segera menggali jalan untuk mengatasi bencana. Hujan lebat yang terus-menerus di distrik barat Jepang sampai menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor sudah menewaskan 200 orang.

Wilayah barat Jepang lumpuh semenjak sepekan lalu sebab banjir bandang dan tanah longsor. Beruntung, tidak sedikit komunitas-komunitas masyarakat sekitar berpuluh tahun bermukim di lereng-lereng gunung dan hingga berita ini diturunkan mayoritas dari mereka selamat dari badai.

Cuaca buruk dalam sejumlah tahun terakhir semakin tidak jarang terjadi di Jepang. Hal ini menambah pertanyaan mengenai akibat pemanasan global. Puluhan orang tewas dalam musibah serupa tahun lalu.

“Ini kenyataan yang tak terbantahkan bahwa bencana ini sebab hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang hadir lebih tidak jarang dalam sejumlah tahun belakangan. Menyelamatkan nyawa ialah tugas terbesar negara,” kata Kepala Sekertaris Kabinet, Yoshihide Suga, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 12 Juli 2018.

Suga menuliskan pihaknya menyadari mesti memungut langkah-langkah untuk meminimalisir kerusakan dampak bencana seperti yang dirasakan Jepang ketika ini. Sayang, Suga tidak menyatakan lebih rinci tahapan apa yang dimaksud.

Sudah nyaris sepekan lebih dari 200 ribu kepala family tidak mendapat pasokan air bersih sesudah badai menerjang. Musibah ini pun telah menciptakan ribuan orang kehilangan lokasi tinggal.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mendatangi Kurashiki, di antara wilayah terparah yang terpapar bencana banjir dan tanah longsor. Dia berjanji bakal menurunkan pertolongan segera. Lebih dari 70 ribu personil militer, aparat kepolisian dan pemadan kebakaran diterjunkan untuk menggali jasad yang tertutup puing-puing banuntukn.

Trending

Exit mobile version