Japan

Kasus Bunuh Diri di Jepang capai rekor terendah di tahun 2019

Published

on

GwiGwi.com – Jumlah kasus bunuh diri di Jepang sepanjang 2019 turun ke rekor terendah. Ini merupakan kabar mengejutkan di tengah anggapan internasional bahwa kasus bunuh diri di Negeri Sakura merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Data awal dari Kementerian Kesehatan Jepang mengungkap, 19.959 orang meninggal karena bunuh diri pada 2019, turun 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 70 persen dari jumlah meninggal merupakan laki-laki.

Data final akan dirilis oleh kementerian pada Maret 2020, angkanya mungkin sedikit lebih tinggi. Meski demikian diprediksi masih berada di level mencengangkan.

Para pejabat mengatakan, angka final diharapkan menjadi rekor terendah sejak Jepang mengumpulkan data kasus bunuh diri pada 1978.

Yasuyuki Shimizu, ketua tim pencegahan bunuh diri dari lembaga nirlaba LIFELINK, mengatakan, penurunan ini menunjukkan adanya hasil dari upaya pemerintah yang terus menerus mengampanyekan pencegahan bunuh diri.

“Berkat upaya yang terus meningkat untuk mencegah bunuh diri, karena masalah ini telah diakui sebagai masalah sosial,” kata Shimizu, dikutip dari AFP, Sabtu (18/1/2020).

Upaya yang dilakukan pemerintah di antaranya memberlakukan undang-undang pencegahan bunuh diri.

Meski demikian, Shimizu menilai angka 20.000 kematian akibat bunuh diri dalam setahun tetap disayangkan.

“Jumlahnya menurun, tapi orang meninggal tidak akan bisa kembali. Itu tidak normal bahwa sekitar 20.000 meninggal (bunuh diri) setiap tahun,” tuturnya.

Jumlah bunuh diri di Jepang mencapai rekor tertinggi pada 2003 yakni 34.427 orang. Angka kematian akibat bunuh diri terus berada di atas 30.000 antara 2004 dan 2011, namun menurun sejak itu.

Data terbaru ini tidak mengunglap alasan bunuh diri. Namun merujuk data tahun lalu, kementerian menyebut ada beberapa faktor seperti masalah keuangan, pekerjaan, keluarga, dan depresi.

Trending

Exit mobile version