Music
Artist Interview: Aimer, penasaran dengan reaksi penggemar di Indonesia
GwiGwi.com – Anime Festival Asia 2016 baru saja di gelar pada tanggal 16 sampai 18 September kemarin di JIExpo, Kemayoran. Salah satu tamu yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia, Aimer, membagi kisahnya melalui sesi interview. Simak hasil bincang-bincang kami bersama penyanyi yang membawakan lagu Brave Shine dan Ninelie ini.
Saya baru pertama kali datang ke Indonesia sebagai artis maupun sebagai pribadi. Saya ingin tau siapa saja yang datang ke konser saya, dan bagaimana reaksi mereka saat mendengar lagu saya.
Selain bernyanyi, saya juga suka menggambar. Mungkin nantinya saya ingin mengeluarkan buku gambar untuk anak-anak dengan hasil gambar saya.
Saya menulis lirik lagu sesuai dengan emosi saya saat itu, seperti senang atau sedih. Saat emosi saya memuncak, di saat itulah saya menuangkannya dalam kata-kata dan menjadi lirik lagu.
Goal terbesar saya adalah agar terus dapat bernyanyi, tidak hanya untuk menyampaikan kesenangan saja, tetapi juga kesedihan.
Sudah banyak moment yang saya alami dengan para fans. Tetapi akhir-akhir ini yang saya rasakan, karena sudah debut tahun kelima, saya banyak mendapat surat dan e-mail dari para fans.
Untuk Gundam Unicorn, saya menyanyikan 2 lagu. Sebelum itu saya hanya menyanyikan lagu-lagu pelan. Karena Gundam Unicorn ini, saya memulai menyanyikan lagu yang bertenaga. dan ini merupakan suatu point yang sangat besar.
Untuk Kabaneri, pertama kalinya bekerjasama dengan Sawano Hiyoruki hingga dua kali dan saya merasa sangat senang. Juga Kabaneri disutradarai oleh Araki-san yang merupakan sutradara yang saya kagumi sejak kecil dan saya merasa sangat terhormat bisa bekerja dengan beliau.
Ninelie merupakan lagu yang sangat Majestic. Dibuat agar indah, memiliki landscape yang besar juga gambaran dari angkasa.
Jika saya memiliki kekuatan super, saya ingin memiliki kekuatan untuk terbang, sehingga dapat terbang di angkasa.
Jadi lagu pertama saya yang memiliki Beat adalah Re I Am. Tantangan terbesar dalam menyanyikan lagu tersebut adalah merubah suara saya. Tapi dari situ saya belajar dalam mengontrol suara saya.
Jadi yang pertama itu, saya menggunakan lagu yang bisa dinyanyikan sendiri dalam ketenangan, lalu lahirlah Sleepless Night. Setelah itu, saya bertemu dengan Sawano Hiroyuki-san dan dapat menyanyikan lagu dengan beat yang agak cepat, lalu dengan image itu, saya ingin merasakan jalan-jalan di tengah malam itu seperti apa, lalu lahirlah Midnight Sun.
Lalu saya berpikir. bagaimana kalau kita menyambut subuh pagi hari, dan lahirlah Dawn.
Akhirnya kesannya jadi seperti terencanakan dan semua itu berhubungan dengan perasaan saya sehari-hari dan secara otomatis lahir semuanya.
Jadi alasan saya tidak memperlihatkan wajah saya adalah agar lagu-lagu saya tidak terpolusi oleh faktor-faktor lain, jadi fokus pada suaranya saja.
Tapi, saat pertama kali menampilkan wajah saya di TV, saya menyambut cahaya tersebut, maksudnya saya tidak bisa terjebak terus-menerut dalam kegelapan tersebut. Saya sebagai penyanyi jika memang waktunya untuk menyambut sinar itu, saya harus keluar dari kegelapan ini. Jadi itu bukan karena pengaruh apapun, tetapi secara natural saya harus keluar dan menyambut sinar itu.
Saya baru pertama kali datang ke Indonesia, jadi belum tahu fans-fans di Indonesia seperti apa. Tapi saya melihat selama ini kalau orang-orang di Indonesia sangat baik dan rendah hati, jadi saya terkesan dan Looking for bertemu fans. Dan kalau bisa bertemu lagi di konser Solo.
Nah, itulah interview bersama Aimer, penyanyi yang dulunya menyembunyikan wajahnya. Meskipun sebelumnya susah mengkontrol suaranya, sekarang dia sudah mulai berkembang dan dapat menyanyikan lagu-lagu nge-beat.
Aimer merupakan salah satu artiste yang tampil di I LOVE ANISONG AFAID 2016 dan berencana untuk melakukan Solo Live di Indonesia.
Jadi, apakah kalian akan datang ke konser Aimer selanjutnya ?