Music

Ini alasan BABYMETAL sukses di luar Jepang menurut sang produser

Published

on

GwiGwi.com – Salah satu grup langka dari Jepang yang mampu menembus posisi top 40 Billboard adalah BABYMETAL, trio gadis remaja yang menyanyikan melodi pop yang manis yang berpadu dengan headbang dan besutan gitar ala heavy metal. BABYMETAL mampu menduduki peringkat 39 di daftar Billboard 23 April lalu. Grup yang dibentuk oleh agensi Amuse yang sudah berdiri selama 38 tahun ini sekarang sudah memiliki jutaan fans di Jepang sendiri dan juga di Youtube. Berkat lagu seperti ‘Gimme Chocholate' dan ‘KARATE' yang dinyanyikan di acara late show pada April lalu, BABYMETAL sendiri mulai mendobrak tradisi jpop di Jepang dengan melakukan tur di Eropa dan Amerika Utara.

Para eksekutif Amuse sendiri dengan bangga mengatakan kalau semua gimmick BABYMETAL telah diperhitungkan dengan matang, bahkan sampai ke make up seram para band pendukung. “Kami memilih dengan hati-hati semua anggota band yang bekerja di studio dan anggota tur, bahkan sampai penampilan mereka kami perhitungkan,” ungkap Key Kobayashi yang merupakan produser BABYMETAL dengan alias Kobametal. Meski di luar panggung tak banyak yang mengenalnya, dia sudah terlibat dengan grup ini sejak awal pembentukannya tahun 2010 lalu.“Tim musisi dan komposer, mereka semua serius dalam musik metal. Mendapat pujian dari musisi metal lainnya dan orang-orang yang terlibat di skena metal secara umum menerima konsep grup ini membuktikan kalau apa yang kami lakukan tidaklah salah.”

Memang sejak awal munculnya BABYMETAL, mereka seakan mampu memberikan kredibilitas yang jarang di temukan di industri K & J Pop sekarang ini, dimana agensi-agensi membuat grup lewat skenario audisi yang ditayangkan ala reality show. Vokalis Slipknot Corey Taylor, Gitaris GnR Slash dan akhir-akhir ini, Rob Zombie berkomentar tentang BABYMETAL, bahwa BABYMETAL adalah sesuatu yang belum pernah dia jumpai selama ini, mereka adalah bebearpa orang yang memuji kehebatan Sumetal, Yuimetal dan Moametal. Tapi meski para gadis ini membawa image “kawaii” tipikal gadis Jepang, mereka mampu menarik penonton yang hampir mendekati Metallica dan Lady Gaga. Meskipun begitu, di Jepang sendiri BABYMETAL adalah grup yang lebih sedikit menarik penonton dibanding artis-artis amuse lainnya seperi One Ok Rock atau Perfume. Yang membedakan BABYMETAL menurut Kobayashi adalah mengetahui apa yang disuka pasar di luar Jepang, karena artis-artis lain tersebut tidak mengincar pasar global.

“Saya rasa Amuse telah sukses mempromosikan BABYMETAL, terlebih lagi mengubah grup yang bisa saja hanya sebuah “One Hit Wonder” di Youtube dan menjadikannya bertahan jauh lebih lama dari perkiraan,” ungkap Patrick St. Michel, jurnalis musik Jepang yang tinggal di Tokyo. “Sangat menarik melihat apa yang akan dilakukan artis Jepang atau label lainnya untuk meniru strategi yang digunakan BABYMETAL,” ungkapnya lagi.

Pasar global masih menunggu, seperti yang diungkapkan promotor Danny Wimmer, “Anak-anak yang menonton 5 Seconds of Summer pada usia 12, sekarang berusia 15 dan mereka mencari sesuatu yang berbau rebel. Akan ada sesuatu yang terjadi.”

Trending

Exit mobile version