News

Industri AV Jepang terguncang setelah penangkapan aktris Yui Nishikawa

Published

on

GwiGwi.com – Minggu lalu, polisi di perfektur Tokyo, Aichi dan Shizuoka menangkap lima orang, salah satunya aktor film porno yang cukup terkenal Jo Oshima, dalam kasus penyebaran konten porno ilegal melalui internet.

Tapi tak hanya sampai disitu, aktris film porno terkenal, Yui Nishikawa juga merupakan salah satu orang yang ditangkap. Penangkapan ini bisa menjadi sinyal perubahan di industri film porno, ungkap Nikkan Gendai (4 maret).

Polisi menangkap Oshima, Nishikawa (nama asli Ayaka Kikuchi), satu orang aktor lain, dan dua staff produksi dengan tuduhan penyebaran konten porno dimana bagian alat vital tidak disensor melalui situs Carribbean.com. Mereka didakwa dengan tuduhan penyebaran konten porno yang tidak sesuai aturan melalui media digital.

Konten porno yang disebar, difilmkan di salah satu studio yang terletak di distrik kota Shinjuku, Tokyo pada 16 Februari 2016 lalu dan diunggah ke situs carribean.com pada bulan agustus 2016.

Menurut salah satu sumber investigasi, rumah produksi film porno Declare menerima bayaran sebesar 2 juta yen sebagai rumah produksi yang menurunkan Nishikawa sebagai pemeran film porno tersebut. Nishikawa sendiri mendapat 1.2 juta yen dari 2 juta yen tadi.

Antara rentang waktu dari September 2009 dan November 2016, Declare sendiri meraup pemasukan 154 juta yen dengan menurunkan aktris-aktris yang dinaunginya untuk berakting di film porno tanpa sensor. Declare sendiri memiliki 50 aktris yang terdaftar di perusahaannya. Declare juga bekerja sama dengan rumah produksi Pierrot yang juga ditangkap Januari lalu dengan kasus yang sama.

Server dari Carribeancom.com sendiri berada di luar Jepang. Situs ini memiliki 300.000 anggota. Menurut jurnalis Hiroyuki Motoori, total penjualan bulanan situs ini mencapai 1.5 trilyun yen.

“Saat sebuah film yang menampilkan aktris seperti nishikawa diunggah, terjadi peningkatan jumlah anggota baru dalam waktu sekejap.” Ungkap jurnalis tersebut.

Penulis skenario film porno, Takumi Higashide, mengatakan situs seperti itu memang menggiurkan bagi para aktris. Sebagai contoh bayaran 2 juta yen yang diterima Nishikawa jumlahnya dua kali lipat dari yang biasa dia dapatkan untuk sebuah film porno biasa.

“Penangkapan pada semua syuting film porno”

Akan tetapi, kondisi tadi takkan bertahan lama. Meski penangkapan Nishikawa dan Oshima terjadi karena sebuah unggahan konten ke internet, Gendai berspekulasi bahwa Polisi mungkin akan memperluas cakupan pemeriksaan mereka ke rumah produksi film porno biasa.

Seorang sutradara film porno mengatakan di semua film selalu ada pengambilan gambar honban atau adegan berhubungan seks. Proses pemberian blur atau mosaic dilakukan secara digital sebagai cara untuk menyensor konten.

“Karena itulah aku ditanyai perihal film yang belum diedit oleh polisi,” ujar sutradara tersebut, “kalau polisi mau. Mereka bisa melakukan penangkapan pada semua syuting film porno.”

Menurut sutradara tadi, aktor dan aktris film porno sekarang sedang ketakutan kalau-kalau mereka akan ditahan. “Ada sebuah kekhawatiran adanya penuruan secara drastis jumlah pelamar aktor dan aktris film porno.”

Trending

Exit mobile version