Berita Anime & Manga
Gamon Sakurai Ungkap Proses Riset Berat di Balik Akurasi Senjata Manga Ajin: Demi-Human
www.gwigwi.com – Manga AJIN: Demi-Human dikenal luas karena adegan aksi yang intens, lengkap dengan penggunaan senjata modern, perlengkapan taktis, dan pertempuran yang terasa realistis. Namun, penciptanya, Gamon Sakurai, justru mengaku bahwa dirinya bukanlah ahli militer ataupun penggemar senjata.
Dalam sebuah pengakuan yang cukup mengejutkan penggemar, Sakurai mengatakan bahwa sebelum mulai menggambar seri tersebut, ia bahkan tidak mengetahui tentang senapan M4 carbine. Meski ia menikmati film aksi Amerika, pengetahuannya tentang senjata dan perlengkapan militer pada awalnya sangat terbatas.
Hal ini menjadi kontras dengan isi manga Ajin yang dipenuhi dengan adegan baku tembak, strategi tempur, serta berbagai detail perlengkapan militer yang terlihat sangat akurat. Menurut Sakurai, semua detail tersebut bukan berasal dari pengalaman pribadi, melainkan dari proses riset yang sangat mendalam.
Untuk setiap senjata atau perlengkapan yang muncul dalam cerita, ia mempelajari berbagai bahan referensi secara intensif. Ia meneliti foto, buku referensi, hingga sumber lain yang dapat membantunya memahami bentuk, fungsi, serta cara penggunaan peralatan tersebut agar bisa digambar secara realistis.
Bahkan dalam salah satu alur cerita, Sakurai mengungkapkan bahwa ia menghabiskan lebih dari satu juta yen hanya untuk memastikan visual senjata dan perlengkapan yang digambarnya terlihat akurat. Biaya tersebut digunakan untuk membeli berbagai referensi serta materi penelitian yang mendukung proses kreatifnya.
訳あって 2月に観た映画を記録 pic.twitter.com/HgUo0GSYrw
— 桜井 画門 (@ggggggggggero) March 8, 2026
Proses tersebut ia sebut sebagai “neraka penelitian” karena memakan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Meskipun hasilnya membuat Ajin dikenal sebagai salah satu manga aksi dengan detail teknis yang kuat, beban riset tersebut juga menjadi tantangan besar bagi sang kreator.
Karena pengalaman tersebut, Sakurai sempat mempertimbangkan untuk menggunakan senjata fiktif dalam karya-karya berikutnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan riset yang harus dilakukan setiap kali menggambar peralatan militer yang nyata.
Namun, upaya tersebut ternyata tidak sepenuhnya mempermudah pekerjaannya. Saat mencoba merancang senjata orisinal untuk sebuah proyek, Sakurai mengaku masih membutuhkan waktu sekitar enam bulan hanya untuk menentukan desain senjata utama bagi tim karakter inti dalam cerita.
Hal ini menunjukkan bahwa bahkan ketika menggunakan konsep fiksi, proses desain tetap membutuhkan perencanaan yang matang agar terlihat masuk akal dan sesuai dengan dunia cerita yang dibangun.
Pengalaman Sakurai juga menjadi contoh bagaimana banyak kreator manga melakukan penelitian yang sangat serius untuk menjaga kualitas karya mereka. Detail yang terlihat kecil bagi pembaca sering kali merupakan hasil dari proses riset panjang di balik layar.
Bagi penggemar Ajin, pengakuan ini memberikan gambaran baru tentang dedikasi yang diperlukan untuk menciptakan manga aksi yang realistis. Akurasi yang terlihat di setiap adegan ternyata lahir dari kombinasi kerja keras, riset mendalam, dan komitmen tinggi terhadap kualitas visual.