Dorama

First Impression Live Action Prison School, Penuh dengan Fan Service

Published

on

GwiGwi.com – Akhirnya serial live action Prison School yang ditunggu-tunggu di musim gugur ini tayang juga di TV. Gwimin yakin bagi penggemar anime dan manga dari live action berjudul sama ini, sudah mengantisipasi live action Prison School dari awal diumumkan. Pasti pada penasaran seperti apa penampakan Kiyoshi dan kawan kawan, adegan echi Kiyoshi dan Hana, bagaimana oppai Meiko tampak aslinya dan semua adegan yang membuat jantung berdebar-debar ketika menyaksikannya.

Prison School berlatar pinggiran kota Tokyo dimana berdirilah Akademi Swasta Hachimitsu, sekolah asrama bagi perempuan yanng punya potensi tinggi dan dengan pengasuhan yang baik. Tapi seperti sekolah baru pada umumnya, satu tradisi muncul ke permukaan: Untuk pertama kalinya dalam sejarah, laki-laki diizinkan untuk mendaftar. Hari pertama sekolah, Hanya ada lima laki-laki yang berhasil masuk. Kiyoshi Fujino, salah satu dari beberapa orang yang beruntung, senang akan keberhasilan ini, hatinya riang gembira akan dikelilingi para gadis setiap harinya. Namun tak banyak yang tahu takdir mengejutkan apa yang menantinya.

Pemeran

Satu kata buat para pemeran live action Prison School adalah identik. Ya, jika membandingkan para pemeran live action dengan animenya bisa dibilang mirip sekali. Sang sutradara Noboru Iguchi sangat jenius memilih para pemeran dalam dorama ini. Taishi Nakagawa sebagai Kyoshi, sang karakter utama. Hirona Yamazaki sebagai Mari Kurihara, ketua organisasi siswa belakang yang yang memimpin para siswi cantik dan kuat. Aoi Morikawa sebagai Hana Midorikawa, sekretaris organisasi siswa belakang, Asana Mamoru sebagai Meiko Shiraki, wakil ketua organisasi siswa belakang yang suka memukul dengan cambuk dan menggoyangkan dadanya, Tokio Emoto sebagai Takehito “Gakuto” Morokuzu, Masato Yano sebagai Shingo Wakamoto, Comedian Galigaligalixon sebagai Reiji “Andre” Andō, Pemeran Jōji “Joe” Nezu oleh Miyagi Taiki, Masahiro Takashima sebagai the Hachimitsu Academy Chairman, Rena Takeda sebagai Chiyo dan Yūko Araki sebagai Anzu.

Chiyo yang diperankan oleh Rena Takeda akan membuat gwiple yang menontonnya akan senyum-senyum sendiri dengan wajah cantik dan imut Rena. Kiyoshi, Gakuto, Andre, Shingo dan Joe pun memiliki sangat mirip dengan versi animenya. Sedangkan untuk OSIS belakang hampir semua mirip, mungkin banyak yang menyesalkan mengapa pemeran Meiko senpai tidak seseksi (baca: oppai segede anime) animenya, namun ekspresi galak Meiko hampir mirip dengan anime, namun wajahnya terlalu tua untuk seukuran anak SMA. Menurut gwimin pemeran Hana rasanya masih dimaksimalkan lagi, rasanya pemeran yang ini kurang polos seperti animenya.

Anime vs Live Action

Menurut gwimin, sinematografi hingga penataan adegan di live action memiliki tingkat kemiripan yang tinggi. Pasalnya hampir semua adegan di anime ada di live action. Jadi rasanya sang sutradara dan tim produksi tidak perlu memutar otak terlalu keras untuk membuat storyboard lagi. Selain itu lingkungan pun dibuat mirip di live actionnya, contohnya dalam penjara, lokasi tahanan belajar dan makan, ruang kepala sekolah, kamar mandi sekolah. Beberapa adegan dibuat sangat mirip, seperti adegan Kiyoshi dan Chiyo diruang ganti, adegan Kiyoshi memanjat pohon untuk mengobrol dengan Chiyo sampai adegan absurd Kiyoshi dan Hana semua terekam dengan sempurna.

Adegan Echi, Sensor dan Fans Service

Soal ini, live action Prison School jauh lebih gamblang dibanding animenya yang penuh sensor. Adegan rok tersingkap sehingga pantsu terlihat yang tersensor di anime, malah di live action tidak disensor. Adegan pantsu Meiko senpai pun tidak disensor. Bahkan banyak angle yang bikin geleng-geleng kepala bermunculan di live action Prison School, seperti angle close up oppai Meiko senpai yang memiliki background Kiyoshi Cs. Adegan di kamar mandi pun memiliki banyak figuran topless yang hanya menutupi oppainya dengan tangan. Sejauh ini (episode 2) fan service live action Prison School sangat baik dan memenuhi fantasi para penggemar.

Acting

Acting mungkin tidak perlu dipikirkan, karena memang bukan itu yang ingin dijual oleh live action Prison School. Jujur banyak acting terlalu berlebihan dan dibuat-buat. Batuk Joe yang sering dikeluarkan saat ikut mengobrol tidak terasa alami, apalagi muka Joe sering kali kena ‘sensor' versi CGI. Belum lagi aksi Kiyoshi Cs ketika mencoba menghindar sekumpulan gagak CGI yang menyerang mereka, tidak natural.

Kesimpulan Sementara

Sejauh gwimin menonton live action ini hingga episode kedua, live action Prison School merupakan dorama musim gugur Jepang yang wajib ditonton. Cerita yang tidak terlalu berat, fans service yang membuat tersenyum, hingga tingkat kemiripan yang baik dengan animenya membuat live action Prison School bisa ditonton oleh siapapun, baik yang sudah menonton anime dan membaca manganya, maupun mereka yang baru pertama tahu Prison School.

Trending

Exit mobile version