TV & Movies
Film yang menceritakan kisah Mana Sakura akan diputar di Festival Film Internasional Tokyo
GwiGwi.com – Festival Film Internasional Tokyo ke-30 akan memasukkan dua film Jepang pada kategori kompetisi, salah satunya adalah film yang diadaptasi dari novel aktris film porno terkenal Mana Sakura. Hal ini diumumkan oleh panitia penyelenggara pada hari Selasa lalu.
Disutradarai oleh Takahisa Zeze, “The Lowlife” menceritakan bagaimana susah payahnya perjuangan 3 orang aktris film porno dan hubungan mereka dengan keluarga dan teman-temannya. Penerbit Kadokawa menerbitkan novel yang menjadi dasar dari film ini tahun lalu.
“Di masa lalu, industri film porno sangatlah jauh dari kehidupan sehari-hari orang-orang, tapi sekarang industri film porno adalah sesuatu yang dekat dengan kita dan menurutku adalah hal bagus bisa menggambarkan para aktris film porno ini sebagai wanita biasa.” Ungkap zeze. “Aku selalu membuat film dengan harapan bahkan satu orang pun akan bisa menikmati dan menghargai film yang kubuat, termasuk tentang posisi film porno.”
Dimulai pada tgl 25 Oktober sampai 3 November, TIFF akan memutar lebih dari 200 film di kompleks Roppongi Hills dan beberapa lokasi lain di Tokyo. Pembuka festival ini adalah Fullmetal Alchemist, sebuah film yang disutradari Fumihiko Sori yang diadaptasi dari manga yang berjudul sama.
Bintang film dan pembuat film dari Amerika Tommy Lee Jones akan memimpin 5 orang juri ini. Bagian kompetisi juga akan memutar “AQÉRAT (We the Dead)”, sebuah film yg menceritakan tentang seorang wanita yang melakukan human trafficking untuk bertahan hidup, dibuat oleh Edmunf Yeo. Film Jepang lainnya di bagian ini adalah Tremble All You Want, sebuah komedi romantis yang salah satu pemerannya adalah Mayu Matsuoka.
Di bagian Masa Depan Asia, 10 film akan diputar masing-masing dari sutradara baru penuh potensi dari Asia dan Timur Tengah. Sementara di bagian Japanese Cinema Splash, 9 film dari para sutradara muda Jepang akan diputar, antara lain Ice Cream and The Sound of Raindrops dari Daigo Matsui dan Of Love and Law dari Hikaru Toda.
Penutup festival ini adalah An Inconvinient Sequel: Truth to Power, sebuah film dokumenter yang disutradari oleh Bonni Cohen dan Jon Shenk yang menceritakan tentang kisah mantan wapres Amerika Al Gore melawan perubahan iklim.
“Aku pikir yang paling penting dari sebuah festival film adalah pertemuan dan bertukar ide dan film dengan orang-orang dari seluruh penjuru dunia,” ujar Zeze. “Aku percaya film adalah kebebasan jadi aku harap festival film ini akan menjadi penjaga kebebasan.”