Japan
Dibalik Tradisi Minta Maaf Jepang Sumimasen
GwiGwi.com – Minta maaf dalam tradisi Jepang lebih dari sekedar berkata ‘maaf’ tapi sumimasen adalah sebuah bentuk ekspresi refleksi diri atas kesalahan yang sudah dibuat. Sumimasen telah menjadi bagian budaya Jepang yang tak hanya direfleksikan secara individu tapi juga dilakukan oleh orang-orang penting, selebritis bahkan pemerintah. Walaupun, pada dasarnya meminta maaf adalah urusan pribadi tapi bagi orang Jepang meminta maaf sifatnya lebih dari sekedar ucapan karena bisa saja tindakan mereka mempengaruhi orang banyak.
Mengapa Meminta Maaf?
Jika kamu sering berinteraksi dengan orang Jepang, kamu pasti sering mendengar mereka meminta maaf. Mulai dari terlambat membalas pesan, terlambat datang padahal hanya sebentar, intinya mereka terbiasa meminta maaf atas segala kesalahan-kesalahan kecil yang mereka buat. Hal ini erat kaitannya dengan sifat orang Jepang yang lebih mengutamakan orang banyak dibanding kepentingannya sendiri. Mereka sadar bahwa keterlambatan mereka akan mempengaruhi orang lain, bahkan mungkin ketika mereka terlambat membalas pesan akan membuat si penerima pesan terlalu lama menunggu.
Cara Meminta Maaf
Cara meminta maaf tergantung pada jenis kesalahan yang dibuat. Sumimasen lebih sering digunakan terutama pada orang asing yang artinya kurang lebih ‘maaf merepotakan’. Sumimasen lebih umum digunakan dari pada arigatou atau terima kasih ketika ada seseorang membantu kamu membukakan pintu di tempat umum. Kepada sesama teman, gomen ne adalah cara minta maaf secara kasual sementara ketika meminta maaf atas perbuatan yang fatal moushiwake gozaimasen deshita digunakan.
Minta Maaf Menjadi Bagian dari Kehidupan
Pernah dengar kan seorang petinggi di perusahaan kereta meminta maaf kapada setiap penumpang ketika kereta terlambat datang? Hal ini bukan hoax tapi minta maaf memang sudah menjadi bagian penting dalam budaya Jepang bahkan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Artis Atsuko Takahata pernah meminta maaf kepada publik atas kesalahan yang dilakukan oleh anak laki-lakinya. Baru-baru ini presiden perusahaan elektronik terkenal dunia Toshiba juga pernah meminta maaf kepada publik atas kerugian yang dialami perusahaan akibat investor bermasalah, beliau juga mengundurkan diri setelahnya.
Jadi bagi orang Jepang, meminta maaf adalah sebuah tradisi kesopanan. Selain itu, untuk membuat tradisi ini menjadi lebih sakral adalah orang Jepang meminta maaf sambil membungkuk yang merupakan ekspresi merendahkan diri.